Harsiwi Ahmad di Raker IMDE, Berbagi Wawasan Mengelola Konten Agar Sukses di Sejumlah Platform

6 days ago 12

SHNet, Jakarta-Di dunia broadcasting, nama Harsiwi Ahmad termasuk yang sangat populer dan berhasil menelorkan program unggulan yang akhirnya menghasilkan cuan besar bagi  industri televisi dan media tempatnya berkiprah saat ini. Contoh monumental adalah bagaimana Dangdut Academy (D’Academy) dan juga siapa sepak bola menjadi tambang uang yang sangat besar. Semua itu dilakukan dengan kerja keras, kesungguhan, ketelitian, dan memahami perubahan yang terus berkembang, baik teknologi maupun masyarakat sendiri.

Direktur Surya Citra Media (SCM) dan Direktur Programming Indosiar dan  SCTV yang tampil trendy dan segar di usai hampir 60 ini begitu semangat saat tampil sebagai narasumber di rapat kerja (Raker) Institute Media Digitak Emtek (IMDE) di kampus IMDE, Jakarta Barat, Kamis akhir pekan ini. Harsiwi yang biasa disapa Bu Siwi, membagikan pengalaman dan kiat-kiat membuat program untuk televisi dan kini program tersebut masuk atau menjadi bagian dari berbagai platform, khususnya media sosial, baik IG, Tiktok, Youtube, maupun Video.com.

Harsiwi memaparkan materi berjudul “Strategi Program Tayang di Era Digital” di hadapan para dosen dan tenaga pendidikan IMDE. Dalam penjelasannya, dia menekankan menekankan pentingnya memahami target pasar, memanfaatkan data dan intuisi, serta beradaptasi dengan tren media baru khususnya studi kasus program Dangdut Academy dan program sepak bola di Indosiar.

Dari dua program utama yang menjadi bahasannya yakni dangdut dan sepakbola, Harsiwi menjelaskan fragmentasi media dan perlunya mencari sumber pendapatan baru di luar TV konvensional. Emtek mencari pendapatan bukan hanya dari apa yang sedang ditayangkan di TV, tetapi juga dari Video.com , virtual gift, penjualan merchandise, dan penjualan konten ke luar negeri. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis media di era digital.

Harsiwi Ahmad, keempat dari kiri foto bersama dengan Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D, ketiga dari kiri dan Pengawasa Yayasan Indosiar, Susanto, Suwarto, kedua dari kiri

Perlunya Inovasi dan Kecepatan

Berkaitan dengan itu, Harsiwi mengungkapkan bagiamana kita menghadapi era media baru yang penuh tantangan dan perlu kecepatan dan ketepatan serta inovasi di berbagai bidang, bila ingin memenangkan persaingan.” Nah, itulah. yang menurut saya memang, apakah kita itu bisa mengikuti new media atau tidak? Dan kemampuan dan kecerdasan kita menangkap apa yang terjadi begitu. Jadi tidak ada, tidak tergantung usia. Percuma saja kalau anak muda malas-malasan. Oke, jadi ini yang kita lakukan di era digital, inovatif dan terus mengikuti trend,” katanya.

Dalam mengungkap keunggulan Indosiar-SCTV dalam menanyangkan program sepakbola dan Dangdut Akademi, Harsiwi memperhatikan berbagai aspek agar dua tayangan unggulan itu makin dicintai pemirsa, baik melalui televisi maupun berbagai flatform media sosial. Karenanya diperlukan kecepatan menayangkan  mengingat kita yang memiliki acara, lalu keterangan narasi atau caption, dan berbagai tuntutan pemirsa yang harus kita penuhi. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan