Nikmatnya Kerukunan WNI/Diaspora Indonesia Rayakan Idul Fitri di Kenya

1 day ago 5

SHNet Jakarta-Idulfitri menjadi hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri dari makan, minum, dan berbagai godaan duniawi. Perayaan ini diwarnai dengan doa, berbagi makanan, serta mempererat hubungan keluarga dan komunitas. Meski penduduk muslim di Kenya hanya sekitar 11 persen dari total populasi di sana, suasana Hari Raya Idulfitri di Kenya yang jatuh pada Senin (31/03/2025) diikuti dengan semarak oleh para WNI dan diaspora Indonesia di Kenya.

KBRI Nairobi bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Nairobi menyelenggarakan kegiatan perayaan Idulfitri yang dibungkus dalam kegiatan Pembinaan Masyarakat dan Halal Bihalal, yang diikuti dengan khidmat dan penuh antusias oleh WNI dan diaspora, serta friends of Indonesia di Nairobi.

Pada Idulfitri kali ini, KBRI Nairobi mengundang Ustadz Ahmed Abdel A.A. yang bekerja sebagai pengajar pada Sequoia International School di Runda, untuk menjadi imam dan khatib Shalat Ied dengan mengangkat tema “Kembali Fitrah”.

Dirinya menekankan bahwa umat Islam Indonesia sebagai bagian dari umat Islam dunia berkewajiban membangun, memperkuat dan menebarkan nilai-nilai qurani, yaitu perdamaian, ketinggian budi, dan kemanfaatan bagi kesejahteraan umat manusia (rahmatan lil alamin).

Ustadz Ahmed juga menyampaikan bahwa Idulfitri tidak hanya menjadi momen seremonial tetapi juga menjadi titik balik untuk mendapat ridha Allah SWT, serta menyerukan agar ibadah tidak berhenti hanya di bulan Ramadhan, sehingga Idulfitri tidak hanya merayakan kemenangan tetapi juga merenungkan apa yang akan dilakukan paska Ramadhan. “Bagaimana kita mempertahankan ketakwaan diri dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tapi juga berkontribusi untuk keluarga dan bangsa”, ucapnya.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Nairobi, Danny Rahdiansyah, menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri adalah hari di mana manusia kembali pada fitrahnya yang suci dan bersih. “Nilai-nilai Idulfitri ini membawa semua pada keutamaan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang pada tahap ini telah memasuki babak baru pembangunan nasional yang perlu didukung bersama oleh seluruh elemen bangsa yang bersatu dan damai”, ujarnya.

“Kehadiran para WNI dan diaspora Indonesia mencerminkan eratnya solidaritas dan kebersamaan di perantauan, terutama dalam suasana Idulfitri. Semoga momen ini menjadi ajang silaturahim, tidak hanya di antara WNI tetapi juga dengan diaspora dan kolega negara sahabat”, imbuhnya. KUAI Danny Rahdiansyah juga menghimbau seluruh masyarakat Indonesia di Kenya, dan 3 negara rangkapan KBRI Nairobi, yaitu: Uganda, Somalia, dan DR Congo, agar senantiasa waspada dan selalu menjaga diri agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan mara bahaya/bencana, termasuk wabah penyakit, yang seringkali terjadi secara tiba-tiba, serta mengingatkan kembali agar para WNI tidak segan-segan untuk menyampaikan informasi penting mengenai keberadaan/kondisi WNI melalui telepon hot line KBRI Nairobi.

Usai pelaksanaan Shalat dan Khutbah Idulfitri masyarakat yang terdiri dari pekerja professional, dan keluarga besar KBRI Nairobi berbaur dalam ramah tamah dan menyantap berbagai masakan khas lebaran di tanah air. Kudapan terdiri dari kudapan ringan seperti martabak, kue lapis legit, cilok, dan es melon selasih, hingga lontong opor komplit dan rendang dengan sambal goreng dan krupuk yang sangat dirindukan oleh masyarakat Indonesia di Kenya.

Tampak hadir pula para suster dan pendeta WNI yang telah mukim puluhan tahun di Kenya ikut memeriahkan kegiatan Open House/Halal Bihalal kali ini. Tidak ketinggalan juga beberapa warga asing yang ingin merasakan semaraknya perayaan Idulfitri khas Indonesia.

Semakin semarak, kehangatan silaturahmi hari raya Idulfitri di Kenya ditambah dengan acara hiburan yang menampilkan kebolehan para warga yang menyajikan lagu-lagu reliji, daerah, dan koplo/campur sari, serta orkes dangdut.

Ustadz Ahmed Abdel A.A. yang bekerja sebagai pengajar pada Sequoia International School di Runda, untuk menjadi imam dan khatib Shalat Ied dengan mengangkat tema “Kembali Fitrah”.

Jaga Nilai-nilai Silaturahmi

Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya 2 KBRI Nairobi, M. Farhan Faruq menyampaikan bahwa semangat kebersamaan, kehangatan, dan menjadi insan yang lebih baik menjadi tema utama yang menyelimuti seluruh acara. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai silaturahmi dan persaudaraan terus mengakar kuat di hati masyarakat Indonesia meskipun berada jauh dari Tanah Air.

“Kami sangat bahagia dapat kembali merayakan Idulfitri dengan masyarakat Indonesia di Kenya, khususnya kota Nairobi. Perayaan Idulfitri kali ini diselenggarakan dengan sederhana, tetapi tanpa mengurangi nilai istimewa Lebaran yang dipenuhi suasana harmonis, rukun, damai, yang merupakan momen yang indah untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahim di antara para WNI dan diaspora Indonesia”, ungkap Kordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Nairobi, R. Wisnu Lombardwinanto.

Rasa rindu terhadap Tanah Air terutama dirasakan para WNI yang tidak bisa mudik ke kampung halaman. Keceriaan dan tawa terdengar di berbagai sudut lokasi kegiatan, menandai suasana kemenangan, kebersamaan dan semangat baru penuh harapan.

Sebelumnya, selama bulan Ramadhan, KBRI Nairobi bersama masyarakat Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain buka puasa bersama para WNI dan diaspora Indonesia di kota Mombasa, yang di antaranya adalah para awak kapal (ABK), serta pelayanan (warung) konsuler di kantong-kantong wilayah tempat tinggal para WNI di Kenya. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan