ALINEA Hadirkan Voice of Mama-Mama di Pesta Pinggiran 2026

7 hours ago 3

Alinea berpartisipasi dalam Pesta Pinggiran 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 24–25 Januari 2026, melalui pameran Voice of Mama-Mama. Perhelatan ini menjadi ruang perayaan bersama untuk mengangkat isu-isu dari wilayah pinggiran, termasuk Papua, melalui berbagai praktik seni dan pengetahuan.

Berkolaborasi dengan Photovoices, Alinea sebelumnya menjalani rangkaian residensi di Lembah Grime Nawa, Papua, yang kemudian melahirkan buku Voice of Mama-Mama. Pameran ini hadir sebagai kelanjutan sekaligus amplifikasi dari proses tersebut, membuka ruang temu antara karya, pengalaman lapangan, dan publik yang lebih luas.

Lembah Grime Nawa merupakan ruang hidup masyarakat adat yang selama berabad-abad dirawat melalui relasi erat antara manusia, tanah, dan hutan. Bagi penghuni lembah, hutan mencakup sumber pangan, pengetahuan, identitas, serta ingatan kolektif. Di sana, hutan dimaknai sebagai mama: tempat kehidupan bermula sekaligus berpulang.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap Grime Nawa mengalami perubahan signifikan akibat tekanan pembangunan. Pemetaan wilayah, konsesi, dan pembukaan lahan meninggalkan jejak yang terasa langsung dalam tubuh dan pengalaman hidup masyarakat. Hutan menyusut, sungai tercemar, dan ingatan tentang ruang hidup perlahan tergerus. Di tengah situasi ini, perempuan adat berdiri sebagai penjaga yang menyuarakan hak atas tanah leluhur serta merawat pengetahuan yang diwariskan turun temurun.

Sastra, Foto, dan Ko-Kreasi sebagai Bahasa Bersama

Dikuratori oleh Esha Tegar Putra, pameran karya Voice of Mama-Mama diposisikan sebagai ranah kesaksian yang dibangun dari beragam medium hasil residensi. Proses kuratorial berperan menajamkan suara-suara yang lahir dari lapangan, agar dapat dihadirkan secara jernih, setara, dan artistik dalam ruang pamer.

“Fragmen sastra, catatan etnografis, refleksi personal, lagu, puisi, dan foto bergerak bersama untuk membaca kehilangan sekaligus keteguhan hidup,” ujar Esha.

Foto-foto dalam pameran menjadi perpanjangan jejak pengalaman, sementara narasi sastra puisi, cerpen, dan esai reflektif justru membuka ruang tafsir tentang kehidupan masyarakat adat Namblong. Dalam tahap lanjutan, teks-teks ini diterjemahkan ke dalam praktik ko-kreasi ilustrasi, ketika kata beralih rupa menjadi bahasa visual. Sketsa dan ilustrasi torehan Welliam Kevin ini menghadirkan lapisan emosi lain, memperluas cara publik menyimak cerita yang dibawa dari lembah.

Foto bersama Pengurus ALINEA dan panitia pameran

RuangTemu Empati

Bagi penulis Alinea Ni Made Purnama Sari, residensi Voice of Mama-Mama membuka lapisan cerita yang kerap luput dari perhatian publik.

“Program ini memberi ruang untuk menyelami cerita para Mama di Namblong dan membawanya ke hadapan khalayak yang lebih luas dan bukan hanya tentang alam yang tergerus, tetapi juga tentang suara manusia yang kerap terpinggirkan,” tutur penyair asal Bali ini.

Bagi Purnama, proses menuliskan kisah masyarakat adat Namblong adalah juga perenungan mendalam tentang cerita-cerita yang hadir tidak berhenti pada pengalaman kehilangan. Narasi yang tumbuh justru memperlihatkan daya tahan, solidaritas, dan tanggung jawab merawat bumi warisan, di tengah keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta tekanan terhadap kebudayaan lokal.

Seiring dengan itu, penanggung jawab program Voice of Mama-Mama, Deasy Tirayoh, melihat kehadiran pameran ini di Pesta Pinggiran 2026 sebagai ruang temu yang mengajak publik menyimak dengan saksama sekaligus membuka percakapan tentang pembangunan, keadilan, dan masa depan.

“Melalui pameran ini, Voice of Mama-Mama ingin hadir sebagai bagian dari upaya menjaga tanah leluhur. Suara dan langkah itu kami hadapkan sebagai pengalaman bersama untuk dirawat dalam ingatan kolektif kita,” ujar Deasy.

Tak lupa, Deasy juga mengundang publik untuk hadir dan mampir ke booth Voice of Mama-Mama di Pesta Pinggiran, untuk menyelami kembali perjuangan perempuan adat Namblong dalam menjaga tanah, ingatan, dan identitas yang diwariskan lintas generasi.(sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan