Destinasi Wisata di Malang dan Batu Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan

5 hours ago 2

SHNet, Malang – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau langsung kesiapan pemerintah daerah serta sejumlah destinasi wisata di Malang dan Batu guna memastikan kesiapan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada masa libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026.

Kunjungan Wamenpar yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) tersebut mencakup peninjauan ke sejumlah lokasi strategis di Malang dan Batu, yakni Bandara Abdulrachman Saleh, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, serta Jatim Park 3.

“Kami hadir di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Malang dan Kota Batu, untuk melihat secara langsung kesiapan daerah dan sejumlah destinasi wisata dalam menghadapi momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran tahun 2026,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Wamenpar menjelaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata untuk memastikan kesiapan destinasi secara langsung di lapangan sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang dan Kota Batu serta didampingi sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata, Wamenpar meninjau kesiapan pelayanan publik, fasilitas kesehatan, sanitasi, hingga aspek keamanan di setiap destinasi yang dikunjungi.

Peninjauan dimulai dari Bandara Abdulrachman Saleh sesaat setelah Wamenpar mendarat. Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar meninjau langsung fasilitas health quarantine check,  ruang menyusui, posko keamanan terpadu angkutan Lebaran 2026 di area kedatangan, serta kantor UPT bandara dan konter check-in di area keberangkatan.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenpar)

“Kami melihat kesiapan Bandara Abdulrachman Saleh dalam menyambut wisatawan nusantara yang akan melakukan perjalanan mudik maupun wisatawan mancanegara yang datang melalui pintu masuk penerbangan. Kami juga mengapresiasi kerja sama yang sangat baik antara Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang serta instansi terkait,” ujar Ni Luh Puspa.

Destinasi berikutnya yang ditinjau adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), salah satu destinasi wisata minat khusus yang dikenal memiliki panorama alam yang sangat menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Wamenpar menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai pengelola kawasan wisata Gunung Bromo yang telah mempersiapkan secara detail mekanisme operasional layanan dalam menyambut masa libur Nyepi dan Lebaran tahun ini.

“Kami sudah melihat langsung kesiapannya dan kami mengucapkan terima kasih kepada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah melakukan berbagai persiapan dengan baik,” kata Ni Luh Puspa.

Ia menjelaskan, berbagai aspek yang telah dipersiapkan antara lain keamanan jalur akses, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung wisatawan, serta mekanisme pengamanan kawasan. Hal tersebut mencakup operasional jeep wisata yang harus menjalani ramp check secara berkala oleh Dinas Perhubungan, penyediaan tenaga medis dan ambulans, ketersediaan informasi tiket masuk, hingga penambahan jumlah personel.

“Semua komponen tersebut penting untuk menghadirkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh wisatawan. Apalagi kawasan Gunung Bromo pada masa liburan diprediksi akan dikunjungi sedikitnya lima ribu wisatawan. Karena itu, kelancaran aktivitas pariwisata di kawasan TNBTS bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga seluruh pemerintah daerah yang terlibat,” kata Ni Luh Puspa.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jatim Park 3 guna memastikan kesiapan pengelola taman rekreasi dalam menjaga standar keselamatan wahana permainan. Pengecekan kondisi wahana secara berkala dan detail menjadi aspek penting untuk memastikan keselamatan pengunjung.

Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat kawasan taman bermain merupakan salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarga pada masa libur panjang, selain destinasi wisata alam.

“Kami ingin memastikan seluruh wahana beroperasi sesuai standar keselamatan dan dilakukan pemeriksaan secara berkala. Kenyamanan serta keamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” kata Ni Luh Puspa.

Peninjauan dilakukan di sejumlah wahana populer di Jatim Park 3, seperti Dino Park, Museum Musik Dunia, serta kawasan The Legend Star.

Selain mengecek kondisi wahana, Wamenpar juga meninjau berbagai fasilitas pendukung keselamatan, mulai dari sistem pengamanan wahana, kesiapan petugas dalam menghadapi kondisi darurat, jalur evakuasi, alat pemadam kebakaran, hingga fasilitas kesehatan seperti klinik dan layanan pertolongan pertama.

Wamenpar menegaskan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada fasilitas internal, tetapi juga memerlukan koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

“Kami memastikan koordinasi antara pengelola destinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri berjalan dengan baik. Sinergi tersebut penting untuk memastikan keamanan kawasan wisata sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan selama masa libur panjang,” ucap Ni Luh Puspa.

Di akhir kunjungannya, Wamenpar berpesan agar seluruh pelaku ekosistem pariwisata di Indonesia terus menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan selama masa libur Nyepi dan Lebaran.

“Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pariwisata yang meminta pemerintah daerah, pengelola destinasi, serta asosiasi pariwisata untuk memastikan libur Nyepi dan Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan,” kata Ni Luh Puspa.

Ia juga mengimbau wisatawan yang akan menikmati masa libur Nyepi dan Lebaran agar selalu memperhatikan informasi resmi dari pengelola destinasi maupun pemerintah daerah setempat, termasuk terkait ketersediaan kuota tiket, rekayasa lalu lintas, kondisi cuaca, hingga aturan yang berlaku di masing-masing destinasi wisata.

“Wisatawan perlu memperhatikan berbagai informasi terkait destinasi yang akan dikunjungi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui situs maupun media sosial resmi pengelola destinasi atau pemerintah daerah. Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan berkesan saat berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia,” tutur Ni Luh Puspa. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan