Program Donasi 13.700 Pen Insulin bagi Pasien Diabetes Terdampak Bencana di Sumatera

1 day ago 8

SHNet, Jakarta– Novo Nordisk Indonesia mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana bagi pasien diabetes di Pulau Sumatera, melalui program donasi sebanyak 13.700 pen insulin.

Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi Novo Nordisk dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), untuk menjaga keberlanjutan terapi insulin bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan dampak besar bagi masyarakat dan infrastruktur. Berdasarkan data dari situs web Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut telah menyebabkan 1.090 orang meninggal dunia, 186 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka. Kerusakan juga tercatat pada 147.236 rumah dan 219 fasilitas kesehatan di wilayah Sumatera sepanjang akhir November hingga Desember 20251.

Kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan kesehatan pascabencana menyebabkan tantangan serius bagi penyandang diabetes yang bergantung pada pengobatan jangka panjang. Gangguan distribusi obat dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan berisiko menghambat keberlanjutan terapi insulin. Tantangan ini menjadi semakin krusial bagi pasien diabetes tipe 1, khususnya anak dan remaja, yang sepenuhnya bergantung pada insulin untuk bertahan hidup sehingga terapi insulin tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun. Penghentian insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama masa pemulihan pascabencana.

Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS, Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, “Bencana alam sangat berdampak pada keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis, termasuk diabetes. Dalam situasi darurat seperti ini, ketersediaan obat esensial seperti insulin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Kami mengapresiasi dukungan Novo Nordisk beserta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dengan kami dalam memastikan pasien diabetes tetap dapat mendapatkan akses terapi insulin yang mereka butuhkan. Dukungan ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan pascabencana, sekaligus upaya untuk mencegah risiko komplikasi akibat terputusnya terapi, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis di wilayah terdampak.”

Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia menegaskan “Kami menyadari bahwa bencana alam juga menimbulkan tantangan besar dalam keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes. Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai organisasi yang terlibat, kami berharap donasi insulin ini dapat membantu menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien diabetes yang terdampak bencana. Hal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Novo Nordisk untuk terus mendukung dan memperkuat sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan diabetes dan obesitas.”

Donasi insulin ini akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme distribusi nasional yang dikoordinasikan oleh Kemenkes RI. Insulin dari program donasi ini akan dikirimkan oleh distributor resmi Novo Nordisk di Indonesia ke instalasi farmasi nasional/pusat, yang selanjutnya akan mendistribusikan insulin ke fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan di tingkat daerah, sesuai dengan koordinasi dan arahan Kemenkes RI. Secara keseluruhan, donasi ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 500 pasien diabetes, yang terdiri dari pasien diabetes tipe 1 serta pasien diabetes tipe 2, di kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi di Pulau Sumatera.

Dari sudut pandang penanganan pasien anak dengan diabetes, Prof. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), Project Lead Changing Diabetes in Childen (CDiC) menekankan, “Bagi anak dan remaja dengan diabetes tipe 1, terapi insulin merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun. Terputusnya akses insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat berakibat fatal dan membahayakan keselamatan mereka. Di wilayah terdampak bencana, tercatat lebih dari 50 anak dengan diabetes tipe 1 yang membutuhkan insulin dan menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan hingga ketidakpastian ketersediaan insulin. Inisiatif yang dilakukan Novo Nordisk melalui kolaborasi ini membantu memastikan anak-anak dengan diabetes tipe 1 tetap dapat melanjutkan terapi mereka secara aman dan berkelanjutan di tengah situasi darurat dan proses pemulihan pascabencana, karena tidak ada anak yang seharusnya meninggal akibat diabetes.”

Dr. dr. K. Heri Nugroho, SpPD, KEMD, FINASIM, Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) menyoroti bahwa pasien diabetes menjadi salah satu kelompok paling rentan akibat terganggunya rantai distribusi obat selama bencana. “Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatra menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan, terputusnya jalur distribusi obat, serta keterbatasan akses pasien terhadap insulin—obat esensial yang tidak boleh terhenti. Menanggapi kondisi tersebut, PERSADIA bergerak cepat melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Novo Nordisk, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, rumah sakit rujukan, puskesmas, serta relawan medis untuk mendistribusikan insulin secara tepat sasaran.”

Melalui sinergi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap penyaluran dukungan insulin dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien diabetes di wilayah terdampak bencana, sekaligus berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan dalam fase pemulihan pascabencana. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan