Bersinergi Dengan Pemerintah, AMDATARA Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Hijau dan Praktek Keberlanjutan

4 hours ago 5

SHNet, Jakarta — Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) memperkuat hubungan strategis dengan pemerintah guna menjawab tantangan industri air mineral ke depan di tengah kondisi global yang semakin kompleks. Kolaborasi juga dilakukan terkait peran industri dalam prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa industri makanan dan minuman, khususnya AMDK merupakan sektor usaha yang mengedepankan keberlanjutan. AMDATARA menegaskan komitmen industri untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.

“Kami ingin memberikan jawaban yang konkrit bahwa industri ini merupakan leading untuk ekonomi sirkular dan keberlanjutan,” tegas Karyanto Wibowo saat halal bi halal dengan pemerintah di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dia mengatakan, pelaku industri AMDK juga terus mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan. Hal ini dilakukan bersamaan dengan dorongan pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

AMDATARA menilai kolaborasi erat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap tumbuh adaptif, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

AMDATARA juga memperkuat komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII guna merespons kritik publik terhadap industri AMDK yang kerap dipersepsikan sebagai industri ekstraktif. Karyanto berharap komunikasi ini akan memperbaiki persepsi negatif publik terhadap industri AMDK.

“Sehingga kami bisa dipersepsikan sebaliknya, nggak selalu dibilang kurang memberikan kontribusi ke masyarakat atau ekonomi nasional. Artinya persepsi ini bisa terjawab,” kata Karyanto.

Terkait hal itu, Karyanto mengatakan AMDATARA ingin terus menjadi bagian dari ekosistem industri yang terus berkembang. Dia menegaskan bahwa industri makanan dan minuman harus tetap menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi memang harus kita pastikan tahun ini industri makanan minuman, khususnya AMDK memberikan kontribusi signifikan sehingga ke depan Indonesia itu bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi AMDATARA dan seluruh industri AMDK yang telah berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenperin mencatat bahwa industri AMDK telah menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.

“Keberadaan industri ini pasti memiliki efek ganda yang luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian Indonesia,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria atau yang biasa dipanggil Merri.

Merri menyinggung kunjungan kerja panja AMDK Komisi VII DPR ke beberapa pabrik air mineral. Dia menilai kalau, kunjungan tersebut sudah berjalan dengan baik atas dukungan semua industri AMDK.

Menurutnya, Panja komisi VII DPR RI sangat memperhatikan sejauh mana komitmen industri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan terhadap masyarakat dan lingkungan. Sebabnya, dia meminta agar setiap pelaku usaha mendokumentasikan kegiatan mereka supaya memiliki bukti bahwa industri telah memberikan manfaat ke publik dan lingkungan.

Merri mengatakan, hal tersebut sekaligus untuk menepis anggapan bahwa keberadaan industri di suatu daerah hanya untuk mencari keuntungan semata. Padahal, sambung dia, industri sebenarnya sudah memberikan manfaat ke masyarakat namun tidak terpublikasi dengan maksimal.

“Karena ada di luar sana beredar bahwa industri hanya cari profit. Katanya jual air kaya, cuma ngambil air lalu dikemas dan dijual dapat untung. Padahal ada banyak hal yang harus dilakukan dalam upaya melakukan proses bisnis AMDK,” katanya.

Baru baru ini Panja AMDK Komisi VII melakukan kunjungan ke beberapa pabrik AMDK di Klaten dan Kabupaten Bekasi. Ketua Panja mengapresiasi praktek keberlanjutan yang telah diterapkan di Klaten dan berharap hal ini juga dilakukan oleh semua perusahaan.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan