Final Piala Dunia 2026: Arena Bintang Fenomenal Messi, Lamine Yamal dan Curbasi

10 hours ago 5

Oleh: Eddy Lahengko

Pada Partai final piala dunia, antara juara bertahan Argentina menghadapi Spanyol, Senin  subuh waktu Indonesia (20/7/2026), masyarakat sepakbola akan disajikan aksi menarik baik secara tim maupun aksi dan skill individu pemain. Di antaranya Pau Cubarsi, Lamine Yamal dari skuad Spanyol dan Mega Bintang, Lionel Messi. Tanpa mengecilkan peran pemain lainnya di masing-masing tim, rasanya ketiga pemain ini layak mendapat perhatian pecandu Bola.

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal adalah pemain muda berusia 19 tahun dan Piala Dunia 2026, menjadi debut awal keduanya merumput di pentas pesta sepakbola empat tahunan sekali.

Sementara Maestro sepakbola, Lionel Messi telah memecahkan sejarah sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi putaran final Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026).

Messi telah mengukir berbagai rekor prestisius, termasuk gelar juara Piala Dunia 2022 di Qatar dan memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen
Perjalanan karier sang kapten Argentina di panggung akbar sepak bola dunia mencakup catatan fenomenal. Di usia 39 tahun, penampilannya makin gacor dan menyala.

Lionel Messi secara konsisten menjadi bintang utama Timnas Argentina di putaran final Piala Dunia. Ia mencatatkan sejarah baru dengan memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan tampil impresif di Piala Dunia 2026, di mana ia sukses memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen tersebut.

Artinya dalam partai puncak piala dunia ini akan berlaga pemain dari generasi berbeda. Pau Cubarsi dan Bintang Muda, Lamine Yamal dari generasi usia remaja atau muda sedangkan Messi dari generasi senior dan kenyang dengan pengalaman. Tetapi kualitas teknik individu dan bermain secara tim baik Pau Curbasi, Lamine Yamal dan Lionel Messi, sudah tak diragukan lagi. Panampilan ketiganya bakal menghipnotis penonton di final nanti

Pilar Tim
Bek muda fenomenal Spanyol, Pau Cubarsí, mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 19 tahun ini menjadi pilar utama pertahanan La Roja, mengantar Spanyol melaju ke babak final dengan catatan fantastis dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Pemain bernomor punggung 22 , sangat disiplin dan tampil lugas mengawal daerah pertahanannya. Pemain yang pernah menjajal Stadion JIS, Jakarta, telah menunjukkan performa luar biasa di lini belakang Spanyol. Selama fase grup Piala Dunia 2026, ia tidak tergantikan, tampil penuh di setiap pertandingan.

Akurasi umpan pemain kelahiran 22 Januari 2007 pun cukup bagus. Kontribusinya tak hanya sebatas distribusi bola. Cubarsí juga merupakan tembok kokoh di pertahanan.
Hebatnya, ia belum sekalipun berhasil dilewati lawan dalam duel individu, termasuk saat berhadapan dengan penyerang top seperti Kylian Mbappé dan Mega Bintang, Ronaldo. Ketangguhan Pemain kelahiran Estanyol, sebuah desa kecil di Girona, Catalonia, menjadi kunci minimnya gol yang bersarang di gawang Spanyol.

Kekuatan utama Pau Cubarsí terletak pada distribusi bola yang akurat, ketenangan dalam tekanan, dan kemampuan memenangkan duel. Ia diprediksi akan menjadi salah satu bek tengah generasi emas Spanyol di masa depan, bersama Lamine Yamal dan Pedri, menjadi tulang punggung tim La Roja untuk tahun tahun mendatang.

Cubarsi menjadi pemain termuda kedua yang mencapai 100 penampilan setelah Lamine Yamal. Penampilannya yang tenang dan cerdas di lapangan telah mengundang pujian dari berbagai pihak. “Monster di lini belakang,” kata Zlatan Ibrahimović, mantan penyerang AC Milan.

Pau Curbasi pernah merumput di Stadion Jakarta Internasional Stadion ( JIS ), menjadi skuad Spanyol pada turnamen Piala Dunia U-17 tahun 2023. Indonesia ditunjuk oleh FIFA, sebagai tuan rumah. Selain JIS, stadion Jalaharupat dan Stadion Gelora Bung Karno, Stadion Manahan Solo menjadi tempat penyelenggaran laga tersebut.

Lionel Messi
Sementara Lionel Messi diusia 39 ini tampil makin gacor. Ia bukan saja seorang maestro, tapi sudah jadi suhunya sepakbola. Dengan kecerdasannya, kecerdikannya, memainkan si kulit bundar, serta kelihaiannya melepaskan diri dari kawalan ketat lawan, La Pulga sebutan buat Messi, selalu berbahaya ketika ia menguasai bola.

Dia bisa menjadi pencetak gol dan bisa menjadi pengumpan yang amat baik. Dua gol dicetak Lauturo dan Fernandes ke gawang Inggeris disemi final merupakan kemahirannya memberi umpan.

Maka pantaslah kalau FIFA memberikan penghargaan sebagai Pemain Terbaik di Piala Dunia 2026. Di usia 39 tahun biasanya seorang pemain sudah mulai meredup, tapi bagi Messi justru semakin gacor dan menyala.

Dia cukup menyadari soal pisiknya, makanya Messi bermain lebih efektif dan cerdik. Sehingga menjadi tumpuan pasukan yang diarsiteki, Lionel Scaloni. “Dia memang jenius dan cerdik. Saya dan Harry Kane mencoba mengeroyok dia, tapi dengan liukan luwesnya, bisa lolos dari sergapan. Jika ia mendapat ruang sedikitpun, itu bahaya bakal mengancam. Dia memang jenius dan cerdik,” ujar Declan Rice, gelandang Inggris.

Kapten Prancis Kyllian Mbappe mengatakan selama Lionel Messi masih bertahan dikompetisi ini tidak ada yang mudah. “Dan meski begitu seorang berusia 39 masih memimpin perburuan sepatu emas, itu kan “gila”,” ujarnya.

Analisis Bola, Eddy Lahengko, Wartawan Senior di Jakarta

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan