Dukung Pesonas II NTT, Special Olympics Indonesia Gelar Charity Night

15 hours ago 4

JAKARTA-Atlet Special Olympics atau atlet disabilitas intelektual akan berlomba dalam even Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 13-18 Oktober 2026 dan Special Olympics World Summer Games (SOWG), Santiago, Chile pada 16-24 Oktober 2027. Namun, partisipasi atlet dalam kedua even ini menghadapi keterbatasan dalam pembiayaan. Untuk itu, Special Olympics Indonesia (SOina) menggelar Charity Night untuk menghimpun dana dalam mendukung sebanyak mungkin atlet yang berpartisipasi di kedua even olahraga ini.

Acara Charity Night digelar Special di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Acara ini dihadiri Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, delegasi Lions Club Indonesia, pengusaha dan filantropi.

Ketua Umum PP SOina, Warsito menjelaskan, kepedulian terhadap atlet disabilitas merupakan wujud nyata terbangunnya masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas intelektual.

Menurutnya, ​SOIna meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi, dan menginspirasi. Melalui olahraga, katanya, bukan hanya membangun kemampuan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, persahabatan, serta semangat untuk menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Charity Night, katanya, bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, tapi juga sebagai ajakan untuk bersama-sama membuka lebih banyak kesempatan bagi para atlet SOIna agar mereka dapat terus berlatih, berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi bagi masa depan para atlet kami. Bantuan tersebut akan menghadirkan lebih banyak senyuman, harapan, dan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi,” jelas Warsito.

Panggilan Moral
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan itu mengatakan, Charity Night merupakan keberpihakan nyata bahwa tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang kehilangan kesempatan.

Menurutnya, ​tema “Beri Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas” bukanlah sebuah rangkaian kata yang indah tapi merupalan panggilan moral sebab mimpi tidak pernah mengenal disabilitas.

“Yang sering membatasi mimpi justru adalah kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat untuk membuka jalan,” tegas Melkiades.

​Bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur, jelas Gubernur, kepercayaan menjadi tuan rumah Pekan Spesial Olympic Nasional II merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang bagi kami di NTT sambut dengan penuh syukur dan tanggung jawab.

Gubernur menjelaskan, ​Pesonas II merupakan pernyataan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju masyarakat yang inklusif, yang melihat kemampuan sebelum melihat keterbatasan, yang membuka ruang sebelum memberi penilaian.

Pesonas II, jelas Melkiades, menjadi bagian penting dari ikhtiar mewujudkan NTT yang inklusif, ramah bagi semua, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

“Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi setiap warga negara untuk hidup, berkarya, dan berprestasi,” tegas Melkiades.

Galang Donasi
Sementara itu, Ketua Panitia Charity Night, Gatot Prihandono kepada wartawan mengatakan, Charity Night dirangkaikan dengan berbagai acara seperti penyematan PIN Sahabat SOIna, penampilan cabang olahraga dance sport “Tarian Ondel-Ondel”, penampilan Tari “This is Me”, penampilan tim dari Sanggar Pelita Monas, dan penampilan permainan biola atlet Soina.

Namun, target utama adalah pengumpulan donasi dari para dermawan yang hadir dan pengumpulan dana melalui acara lelang lukisan karya anak bangsa atlet SOIna dan lelang kain tenun khas NTT. yang dipandu Raldy Doy.

“Kami berharap dengan penyelenggaraan Charity Night ini bisa menghimpun dana yang seluruh hasil lelang dan dana yang terhimpun akan disalurkan untuk membiayai keikutsertaan altlet special olympic dalam Pesonas II NTT dan SOWG Chile pada tahun 2027.

Menurut Gatot, acara ini menawarkan kesempatan emas luar biasa bagi pelaku industry dan korporasi untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan menjadi ajang untuk merealisasikan tanggung jawab sosial korporasi dalam berpartisipasi sebagai investasi moral jangka panjang.

“Berbagai bentuk donasi ini bukan selesai begitu saja tapi merupakan investasi sosial untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas intelektual untuk menunjukkan talenta dan itu merupakan fondasi masyarakat yang jauh lebih kuat, berempati, dan tangguh di masa depan,” tuturnya.

Sekretaris Panitia Charity Night, Ine Kharisma mengatakan, Charity Night untuk meski bertujuan untuk menggalang dana, tapi juga merupakan kesempatan untuk melakukan edukasi publik mengenai pentingnya penerimaan sosial.

Untuk itu, ajang seperti PEsonas II di Kupang ini bukan persoalan juara atau tidak, tapi bagaimana anak-anak memiliki keberanian dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mendukung setiap anak disabilitas sehingga bisa beraktivitas sesuai dengan bakat dan kemampuan, terutama terbangunnya rasa saling hormat.

Kharisma menjelaskan, Pesonas II merupakan ajang olahraga multi-event tingkat nasional yang direncanakan akan diikuti 1.368 peserta dari 23 Provinsi di seluruh Indonesia. Pesonas II akan melombakan tujuh cabang olahraga, yakni cabang atletik, bocce, sepakbola, renang, bulu tangkis, tenis meja, serta senam ritmik.

Atlet yang berprestasi di Pesonas II, kata Kharisma, akan menjadi dasar untuk mengirim atlet yang berkompetisi di event internasional Special Olympics World Games (SOWG) Santiago, Chile 2027. Dalam SOWG ini, tambahnya, bakal diikuti sekitar 6.000 atlet dari 170 negara dengan mempertandingkan 21 cabang olahraga. Indonesia memperoleh jatah atau kuota sebanyak 69 orang delegasi yang terdiri dari para atlet terbaik, pelatih, pengurus tim, hingga tim medis.(den)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan