SHNet, Aceh Tamiang – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang melalui kegiatan “Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pemulihan Pascabencana.”
Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku usaha ekonomi kreatif dan disertai penyaluran bantuan modal usaha serta paket sembako bagi setiap peserta.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pemerintah hadir langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini adalah arahan Presiden untuk turun langsung, mendengar, dan membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama di Aceh,” ujar Teuku Riefky.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Maret 2026, di Best Kopi, Aceh Tamiang ini bertujuan membekali pelaku usaha ekonomi kreatif dengan keterampilan pengelolaan keuangan, penguatan manajemen usaha, serta akses terhadap pembiayaan.
Program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kembali menjalankan aktivitas produksi dan mempercepat kebangkitan ekonomi lokal pascabencana.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, hadir langsung di Aceh Tamiang dan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir yang terjadi dengan skala lebih besar dari sebelumnya.
“Jika ini merupakan suatu bentuk kehadiran dan komitmen kementerian untuk bersama sama berjuang bangkit dari bencana, pada kesempatan ini tidak hanya bantuan secara materil namun yang tidak kalah penting adalah bekal ilmu serta motivasi yang akan didapatkan oleh para peserta,” ungkap Cecep.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi masyarakat di daerahnya.
“Kementerian Ekraf telah banyak memberikan perhatian di Aceh, seperti bantuan motivasi dan alat berupa kompor bagi pelaku kuliner beberapa waktu lalu. Pascabanjir ini, kementerian kembali hadir membawa motivasi dan pendanaan,” ujar Farij.
Ia juga turut mengapresiasi peran BSI serta berharap stimulan dan kegiatan pemberdayaan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang guna membangkitkan kembali ekonomi Aceh Tamiang, termasuk melalui perluasan akses pembiayaan KUR.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Area Micro & Pawning Manager BSI, Jasrun, menyampaikan komitmen BSI dalam mendampingi nasabah terdampak banjir.
“Komitmen BSI yang telah proaktif mendampingi nasabah sejak musibah banjir melanda pada 26 November lalu dan pihaknya telah memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran selama tiga bulan hingga Januari, yang disesuaikan dengan kondisi masing- masing nasabah,” ujar Jasrun.
Ia menambahkan bahwa BSI akan mengevaluasi kebijakan tersebut dan siap menambah jangka waktu relaksasi apabila diperlukan guna mengurangi beban biaya bulanan nasabah. Relaksasi ini diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi baru dan kembali bangkit.
Rangkaian kegiatan literasi bisnis menghadirkan tiga narasumber utama. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menyampaikan materi mengenai “Pengantar Literasi Bisnis.” Selanjutnya, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pristiyanto, memaparkan materi “Akses Pasar dan Pendampingan bagi Pelaku Usaha melalui Program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).” Sementara itu, Jasrun dari BSI menjelaskan dukungan Bank Syariah Indonesia bagi pengembangan usaha pelaku ekonomi kreatif.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana, bantuan modal usaha dengan total Rp125 Juta untuk 50 Pelaku Usaha kreatif dan paket sembako secara simbolis diserahkan langsung oleh Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Farij, Branch Manager BSI KC Kuala Simpang Muhammad Iqbal Pulungan, serta Area Micro & Pawning Manager Bank Syariah Indonesia Jasrun.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Ekraf dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diharapkan menjadi stimulus awal untuk menggerakkan kembali roda produksi para pelaku usaha ekonomi kreatif di Aceh Tamiang pascabencana. (Stevani Elisabeth)


















































