Ciputra Foundation Beri Apresiasi bagi Para Supporters CGF Lewat Ciputra Golfpreneur Awards 2026

1 hour ago 2

SHNet, JAKARTA – Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) tahu persis bagaimana menghargai para sponsor yang sudah mensupport mereka selama ini. Karena itu, CGF pun menggelar acara Ciputra Golfpreneur Awards 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Acara istimewa ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi untuk semua pihak yang selama ini berkomitmen, berpartisipasi, dan mendukung CGF, terutama dalam rangka penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT).

Hadir sejumlah tokoh penting diantaranya Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD RI), Erick Thohir (Menpora RI), Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI yang juga Ketua perkumpulan pegolf di Damai Indah Golf pada 2003-1007), Hatta Rajasa (Mantan Menhub yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Golf Fortuga).

“Kami bersyukur karena selama ini banyak pihak yang selalu mendukung CGF, terutama dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dan Ciputra Golfpreneur Tour. Mereka setia memberi dukungan karena memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu untuk mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, dan dunia. Penyerahan award ini merupakan salah satu cara kami untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah bergabung dalam perjalanan ini bersama-sama dengan CGF, sebagai individu maupun perusahaan. Award ini tidak hanya diberikan kepada mereka yang menjadi sponsortahun lalu, tapi juga yang telah memberikan kontribusi sejak awal dua turnamen ini diselenggarakan,” kata Budiarsa Sastrawinata, Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Ciputra Golfpreneur Foundation.

Ada tiga jenis kategori award yang diberikan kepada perusahaan, yaitu gold, silver, dan bronze. CGF juga memberikan kategori untuk individu kepada para tokoh telah banyak berjasa untuk yayasan ini. Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) merupakan turnamen junior paling bergengsi di Indonesia.

Sutiyoso, salah sat tokoh senior yang menerima penghargaan di Ciputra Golfpreneur Awards 2026. (SHNet/Nonnie Rering).

Turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993 berkat inisiasi almarhum DR. (HC) Ir. Ciputra. Penyelenggaraan turnamen yang semula hanya di tingkat nasional kemudian berkembang menjadi skala Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan akhirnya meningkat menjadi tingkat dunia sejak tahun 2007.

Sementara Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) merupakan turnamen golf profesional yang masuk dalam rangkaian Asian Development Tour (ADT) yang diselenggarakan sejak tahun 2014. Pada penyelenggaraan edisi ke-10 tahun lalu, turnamen ini meningkatkan total hadiah menjadi US$ 150 ribu.

CGF merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2020. Organisasi ini didirikan dengan tujuan menginspirasi dan mendukung para pegolf muda Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan, kewirausahaan, dan prestasi golf. CGF merupakan yayasan yang juga digagas oleh almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra, seorang pelopor dalam industri golf Indonesia.

“Target kami suatu saat nanti ada pegolf Indonesia yang bisa tampil di Olimpiade. Selama ini kami memberikan dukungan kepada para atlet yang potensial, mulai dari junior, amatir, sampai profesional. Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka,” kata Nararya Ciputra Sastrawinata, Ketua Ciputra Golfpreneur Foundation.

Para atlet mendapatkan fasilitas latihan di Damai Indah Golf (PIK dan BSD Course) dan Ciputra Golf (Surabaya), serta dukungan biaya keikutsertaan di turnamen-turnamen untuk pemain profesional.

Saat ini ada delapan pegolf profesional yang bernaung di CGF, yaitu Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, Fadhli Rahman Soetarso, Joshua Andrew Wirawan, Gabriel Hansel, serta dua pegolf putri Patricia Walanda Sinolungan dan Inez Beatrice Wanamarta. Selain itu ada 23 pegolf junior dan amatir, yaitu Amadeus ChristianSusanto, Asyrafa Danish Suryanto, Bianca Naomi Amina Laksono, Caithlyn Darlene Ong, Cynthia Valerie Ong, Elaine Widjaja, Eugene Emmanuel Tanyongjaya, Fausta Bianda, Jayden Himawan, Jonathan Xavier Hartono, Kentaro Nanayama, Markus Maximus Soenarjo, Maureen Shavelle Yose, Milanka Cleymira Rose Azwar, Muhammad Fadlan Athalah, Muhammad Farhan Athalah, Prakasa Alfa Rizqi, Raka Aquila Achka, Rayhan Abdul Latief, Reicherin Giftrudy Hanslkie, RichtierJoelle Hanslkie, Sania Talita Wahyudi, dan Zendaya Charlotte Hallatu.

Dengan adanya pemberian award ini, CGF berharap semakin banyak perusahaan dan pihak yang mau berkomitmen untuk ikut mendukung perkembangan olahraga golf, sehingga satu hari ini ada pegolf-pegolf Indonesia yang bisa ikut berkiprah di turnamen-turnamen internasional bergengsi, termasuk Olimpiade.

Street Golf

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) juga menggelar kegiatan Street Golf Indonesia (SGI) sebagai rangkaian acara Ciputra Golfpreneur Awards 2026. Para tamu yang hadir diajak merasakan bermain golf di dalam hotel. Street Golf merupakan cara baru untuk menikmati golf dengan cara yang lebih simpel dan praktis.

Foto bersama di Ciputra Golfpreneur Awards 2026. (SHNet/Nonnie Rering).

Kegiatan ini hanya melibatkan tiga unsur, yaitu stik, bola, dan target. Dapat dikombinasikan dengan berbagai peralatan sehingga tampilannya lebih menarik dan membuat penasaran. “Street Golf dapat dilakukan di mana saja dengan peralatan apa pun. Street Golf adalah tentang bagaimana kita kembali menikmati kegembiraan bermain, memupuk kebersamaan. Sejak tahun lalu CGF menggelar program Street Golf mulai dari pantai, Gelora Bung Karno, mall, dan juga gedung eksibisi,” kata Dading T. Soetarso, Secretary Executive Board Ciputra Golf Foundation.

Diharapkan segera dapat terbentuk komunitas SGI, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan yang dapat menikmati golf. Street Golf yang juga juga dikenal dengan istilah urban golf, cross golf merupakan permainan yang dapat dilakukan secara individual dan juga tim.

Targetnya adalah memukul sebuah bola untuk mencapai sebuah target. Stik yang digunakan dapat bervariasi, putter, wood, dan iron, wedge, atau bahkan driver. Bola yang digunakan juga bukan hanya bola golf yang biasa digunakan di lapangan golf, tapi bisa menggunakan bola yang terbuat dari kulit, plastik, karet, atau bahkan bisa menggunakan bola lainnya, seperti bola tenis, bola pingpong.

Bisa dilakukan di jalanan, halaman rumah, taman, dan di mana saja yang memungkinkan. Namun, faktor keamanan untuk pemain dan orang di sekitarnya tetap menjadi pertimbanganutama. Urban Golf mulai dimainkan pada tahun 1992 oleh Torsten Schilling, seorang pegolf asal Jerman. Dia mendirikan komunitas Natural Born Golfers.  (Non)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan