KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Lembaga nirlaba Yayasan Hadji Kalla berkontribusi positif dalam meningkatkan masyarakat Indonesia, khususnya di 4 provinsi, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara(Sultra), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Barat (Sulbar). Yayasan Hadji Kalla memiliki visi mengedepankan pengembangan keislaman, mutu pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.

Visi itu diaktualisasikan Yayasan Hadji Kalla dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ), untuk mengelola dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah perusahaan untuk mereka yang membutuhkan.
Selain itu LAZ Yayasan Hadji Kalla menghadirkan program beasiswa Kalla 2025, dengan tujuan untuk mengurangi angka putus kuliah di 4 provinsi tersebut yang masih tergolong tinggi.
Manager Educare Yayasan Hadji Kalla, Therry Alghifari menjelaskan LAZ Hadji Kalla, menghadirkan Beasiswa Kalla khusus bagi mahasiswa di Sultra. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian untuk menjaga asa para generasi muda agar tetap melanjutkan pendidikannya hingga tuntas.
Data statistik pendidikan tinggi secara nasional menunjukkan penurunan angka putus kuliah, dari 601.333 mahasiswa pada 2020, menjadi 375.134 mahasiswa pada 2022.
"Tren di tingkat provinsi berbeda-beda, di Sulsel angka putus kuliah menurun dari 25.610 (6%) pada 2020, menjadi 18.827 (4%) pada 2022. Di Sultra dari 8.173 (8%), menjadi 3.470 (3%)," ujar Therry saat memaparkan program Beasiswa Kalla dalam Media Gathering Yayasan Hadji Kalla, baru-baru ini.
Therry Alghifari menjelaskan beasiswa Kalla ini hadir untuk mencegah angka putus kuliah yang ada di 4 provinsi ini, dan memberikan akses pendidikan yang berkualitas buat para mahasiswa khususnya di Sultra. "Kami hadir di Sultra untuk memperbanyak penerima manfaat bagi mahasiswa. Kami harap kampus-kampus di Sultra menerima beasiswa Kalla," ungkapnya.
Menurut Therry, beasiswa Kalla menyediakan 100 kuota beasiswa mahasiswa. Tahun lalu, ditargetkan 100 kuota dan terealisasi 121 mahasiswa. Kemudian yang menjadi sasaran yaitu seluruh perguruan tinggi yang ada di empat provinsi tersebut, dari berbagai jenjang, mulai dari D3, D4, S1, perguruan tinggi negeri, swasta, baik itu Institut, maupun Universitas.
Bagi mahasiswa penerima beasiswa, selain mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dengan maksimal Rp.7.500.000, sejak diterima hingga lulus, LAZ juga memberikan kesempatan untuk melatih pengembangan diri dan kepemimpinan, serta profesionalisme mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan pelatihan, kelas-kelas pengembangan diri, pengabdian masyarakat, kolaborasi kampus untuk kuliah kerja nyata (KKN) dan magang di kalla.
Therry menyebutkan ada 6 jalur prestasi untuk mendapat beasiswa Kalla yaitu, Akademik 1 yang di peruntukkan sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, kemudian Akademik 2 untuk seluruh perguruan tinggi di Sultra, Sulsel, Sulteng, dan Sulbar.
"Ada juga jalur Hafiz Qur'an, dimana mahasiswa calon penerima beasiswa mampu menghafal minimal 5 juz, kemudian jalur Seni dan Olahraga, yaitu mereka yang berprestasi dalama bidang seni maupun olahraga. Jalur keaktifan organisasi, pernah memimpin atau menjadi penggerak dalam organisasi. Kemudian yang terakhir ada jalur Disabilitas," jelasnya.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, beasiswa ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berdaya, dan siap berkontribusi untuk masyarakat.
Penerima Beasiswa Kalla tahun 2022, Amanda Apriyanti, Jurusan Farmasi dan Nurfadillah Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Halu Oleo menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Bagi saya beasiswa ini sebagai jembatan bagi yang kekurangan biaya untuk melanjutkan kuliah. Kegiatan-kegiatannya juga sangat bermanfaat untuk pengembangan diri," tutur Nurfadillah.
Selain program beasiswa Kalla, LAZ Kalla bagian bidang umum juga mempunyai program Aktif Positif, untuk membantu aktivitas masyarakat yang positif, berupa kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keislaman, pendidikan, pengembangan masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat, atau kesehatan dan lingkungan.
Masyarakat dapat mengajukan proposal ke LAZ Kalla. Form yang Tampilkan di website Yayasan Haji Kalla, bantuan berupa dana sebesar Rp.50.000.000,/bulan, yang telah dialokasikan, dan dibagikan kepada proposal-proposal yang terpilih di tiap bulannya. "Kami berkontribusi untuk membantu kegiatan masyarakat. Masih banyak yang belum mengetahui program ini di Sultra," tutup Therry.
Untuk diketahui, pendaftaran Beasiswa Kalla 2025 telah dibuka hingga 5 September 2025. Informasi selengkapnya mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi www.yayasanhadjikalla.or.id.(abd)