SHNet, Jakarta– Setiap tahun, Yayasan Bakti Indonesia merayakan kemerdekaan berpindah-pindah dari satu rumah ibadah agama ke rumah ibadah agama yang lainuntuk membawa pesan persatuan ke dalam ruang-ruang suci yang berbeda.
Pada tahun 2023, Bakti Indonesia merayakan kemerdekaan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tahun 2024, merayakan kemerdekaan di Gereja Kathedral, Jakarta.
Tahun ini Bakti Indonesia merayakan kemerdekaan di Pura Agung Besakih, Bali. “Saya mengapresiasi Bakti Indonesia, yang menjadikan rumah Ibadah agama sebagai wadah perekat keberagaman Indonesia.” pesan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, yang disampaikan melalui video pada pembukaan Bakti Indonesia ketiga di Pura Agung Besakih, Bali. (22/8/2025).
Penggagas Bakti Indonesia, Dra. Hj. Mulia Jayaputri, MPA, Psikolog, merangkumnya dalam satu napas, “Kami ingin mensinergikan semangat nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan, dengan upaya merawat kebhinnekaan, sekaligus menghidupkan semangat berbagi melalui kegiatan amal.”
.Wakil Presiden RI dan sejumlah petinggi negara turut menyampaikan apresiasi, baik melalui video maupun teks yang divisualkan ke dalam banner di seputar area acara, mulai dari Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. Drs. H.M.Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jend. TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, M.P.A.
Apresiasi juga datang dari Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Menteri Sosial Dr. K.H. Saifullah Yusuf, S.I.P, Utusan Khusus Presiden untuk Generasi Muda dan Seni Raffi Ahmad, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, SH. S.I.K, M.Si, Itjen Kemendagri , Irjen Pol (Purn) Drs. Sang Made Mahendr Jaya, M.H., Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia Komjen Pol. (Purn.) Drs. H. Adang Daradjatun, Kabareskrim Komjen Pol. (Purn.)Drs. Susno Duadji, S.H. M.Sc, dan Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi Denny Jauhari Ali, Ph.D.
Pesan-pesan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dirawat.
Selama tiga hari, 22 -24 Agustus 2025, Bakti Indonesia di Pura Agung Besakih mengalirkan energi kemanusiaan melalui beragam kegiatan:
• Donor darah bekerja sama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali.
• Konsultasi psikologi oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dan Universitas Jayabaya.
• Pemeriksaan mata oleh RS Mata Bali Mandara.
• Perawatan gigi oleh CS Dental Aesthetic Clinic.
• Deteksi dini kanker payudara bersama Yayasan Kanker Indonesia Bali.
• Pemeriksaan jantung dan EKG oleh RS Ngoerah.
Penyuluhan kesehatan dari para ahli.
• Bazaar UMKM yang menampilkan karya pengrajin lokal.
Yang berbeda kali ini, ada talk show yang menyoal nasionalisme.
Hadir sebagai pembicara Inaya Gus Dur dan Okky Asokawati, dengan moderator Dian Rahmawaty. Acara dilanjutkan dengan bincang sehat dari Prodia, serta ditutup oleh RS Ngoerah yang membahas tentang Prana dan Geriatri.
Pada hari pertama Bakti Indonesia 2025 diselenggarakan sejak pagi telah mulai digelar pengambilan donor darah, dan tes laboratorium yang disambut antusiasme masyarakat sekitar.
Acara ditutup dengan health talk dari laboratorium Prodia dengan pembicara dr. Gusti Ayu Mulyani, yang bertajuk Diabetes Mellitus (DM).
Menurutnya penderita DM, gangguan kadar gula yang tinggi dalam darah, kini semakin diidap kaum muda. Usia penderita yang tadinya banyak usia di atas 40 tahun, belakangan banyak diidap oleh usia 20 tahunan.
Faktor gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat menjadi penyebab utama penyakit ini. Penderita sering lalai untuk memeriksakan diri karena hampir tanpa gejala yang menakutkan.
Anjuran dokter untuk melakukan tes HBA1C untuk mendapatkan akurasi tahap DM karena dapat mendeteksi keadaan gula darah dalam 3 bulan terakhir. Tes dapat dilakukan di laboratorium di manapun di Indonesia.
Bukan sekadar pelayanan kesehatan dan bazaar, setiap kegiatan menjadi jembatan yang mempertemukan orang dari berbagai latar belakang untuk saling menyapa, tertawa, dan merayakan rasa memiliki pada negeri ini.
Terus melangkah
“Bakti Indonesia bertekad untuk terus bergerak, menjangkau 38 provinsi. Tahun depan, langkahnya akan menuju Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, lalu pada 2027, sejarah akan kembali ditulis di Candi Borobudur”, imbuh Iman Usmansjah, Ketua Panitia Bakti Indonesia 2025.
Di antara deru angin di lereng Gunung Agung, suara gamelan berpadu dengan tawa anak-anak; aroma dupa bersatu dengan wangi kopi UMKM.
Semua itu menjadi simbol bahwa Indonesia bukan hanya peta dan batas wilayah, tetapi rumah yang kita bangun bersama, batu demi batu, hati demi hati.
Panitia berharap ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang akan datang, saling bertegur sapa, dan merasakan kehangatan Pura Agung Besakih.
Banyak di antara mereka akan membawa pulang pengalaman spiritual sekaligus rasa memiliki pada negeri ini. Bisa kita bayangkan, buruh atau petani dari Karangasem, misalnya, tak hanya periksa jantung, tapi belajar merangkul perbedaan.
Panitia mempersiapkan ratusan partisipan donor darah dan konsultasi psikologi.
“Bakti Indonesia 2025 bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan doa panjang yang diucapkan dalam berbagai kegiatan, di berbagai rumah ibadah, untuk satu tujuan: Indonesia untuk Semua”, tutup Dra. Hj. Mulia Jayaputri, MPA, Psikolog, sang Penggagas derma sosial. (Stevani Elisabeth)