
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Sebagai upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pengrajin caping tradisional khas Tolaki atau oburu di Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNU Sultra) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan ini bertema “Pemberdayaan UMKM Pengrajin Caping Tradisional Khas Tolaki di Kecamatan Sampara”, Sabtu (16/8/2025) akhir pekan lalu.

Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari UNU Sultra yang diketuai oleh Rafida Bangki, SE., M.Ak., Ak.,CA bersama sejumlah dosen dan mahasiswa.
Edukasi yang diberikan yaitu proses pembuatan caping atau oburu dan alat serta bahan apa saja yang dibutuhkan saat membuat caping. Sebanyak 6 mitra UMKM turut serta dalam kegiatan ini dan mengikuti sesi pretest serta post-test untuk mengukur peningkatan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan pendekatan edukatif yang diterapkan secara interaktif melalui simulasi dan diskusi kelompok.
Ketua UMKM pengrajin caping Kecamatan Sampara, Wiwin menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini.
Semoga ke depan, usaha kami bisa lebih maju lagi dan lebih berkembang dan terima kasih kepada pemerintah dan pihak kampus sudah mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kita semua bisa termotivasi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Ketua Tim PKM Rafida Bangki menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus dan UMKM dalam menjawab tantangan sosial yang nyata.
“Semoga usaha yang dikembangkan oleh masyarakat di Kecamatan Sampara bisa berkembang kemudian mempunyai nilai-nilai kelas dan bisa meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. Mudah-mudahan bisa memberikan nilai positif yaitu memberikan sebagai tulang punggung ekonomi bagi pelaku UMKM,” jelas Rafida.
Dia menambahkan, adanya kegiatan ini pendapatan masyarakat diharapkan dapat meningkat seiring dengan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. Inisiatif ini juga diharapkan mampu memberikan nilai positif dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi para pelaku UMKM, serta memotivasi masyarakat untuk terus berkreasi dan mengembangkan usaha mereka. (ris)