Terlalu Banyak Gula & Garam? Ini Dampaknya dan Cara Mengendalikannya

2 weeks ago 18
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Di balik kenikmatan sejumput gula dan sejumput garam dalam makanan, tersimpan risiko besar yang kerap tidak disadari banyak orang. Meskipun tubuh membutuhkan dua zat ini untuk menjalankan fungsi penting, konsumsi berlebihan justru membuka pintu bagi berbagai masalah kesehatan.

Dalam kehidupan modern yang serba instan, konsumsi gula dan garam sering kali tidak terkendali. Mulai dari makanan cepat saji, camilan ringan, hingga minuman manis, semua menyumbang kelebihan asupan tanpa disadari. Padahal, tubuh kita memiliki batas maksimal yang tidak boleh dilampaui.

Gula & Garam: Sahabat yang Harus Diatur

  • Gula menjadi sumber energi utama, terutama untuk otak. Tapi jika dikonsumsi berlebihan, tubuh menyimpannya sebagai lemak yang memicu obesitas dan diabetes.
  • Garam memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kerja otot dan saraf, serta mengontrol tekanan darah. Namun, terlalu banyak garam meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, bahkan kerusakan ginjal.

Bahaya Kelebihan Konsumsi Gula & Garam

Dilansir dari alodokter, terlalu banyak konsumsi dua bahan ini dapat memicu sejumlah masalah serius:

  • Retensi cairan dan pembengkakan
  • Kenaikan berat badan berlebih (obesitas)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Risiko gangguan jantung dan gagal ginjal
  • Jerawat, penuaan dini, dan kerusakan kulit
  • Gangguan tidur, suasana hati tidak stabil, hingga kesulitan berkonsentrasi

Yang lebih parah, dampak ini bisa muncul meski seseorang tidak merasa "terlalu asin" atau "terlalu manis" saat makan. Karena sebagian besar gula dan garam tersembunyi dalam makanan olahan.

Berapa Banyak yang Aman?

  • Garam: Batas aman untuk orang dewasa adalah 1–2 gram per hari (sekitar 1 sendok teh), termasuk dari semua sumber: bumbu, roti, kue, camilan, dan makanan olahan.
  • Gula: Tambahan gula sebaiknya tidak lebih dari 10% dari total kalori harian. Untuk kebutuhan 2.000 kalori/hari, itu berarti maksimal 12 sendok teh gula (sekitar 200 kalori).

Bayi dan anak di bawah dua tahun tidak memerlukan tambahan gula sama sekali.

Kapan Harus Tambah Gula & Garam?

Dalam kondisi tertentu seperti saat diare, pemulihan pasca sakit, menyusui, atau dehidrasi tubuh memang membutuhkan lebih banyak elektrolit dan energi. Dalam situasi seperti ini, gula dan garam mungkin perlu ditambahkan melalui makanan, minuman isotonik, atau bahkan infus jika diperlukan.

Namun untuk orang sehat dan berat badan ideal, kebutuhan gula dan garam harian sudah cukup dari makanan alami seperti nasi, buah, dan sayur. Menambahkan gula dan garam hanya demi rasa bisa berdampak buruk jika tidak dikontrol.

Kuncinya: Sadari, Batasi, dan Kendalikan

Membangun kesadaran terhadap asupan harian adalah langkah pertama untuk hidup lebih sehat. Membaca label gizi, membatasi camilan tinggi gula/garam, dan mulai memasak sendiri bisa menjadi cara efektif mengontrol asupan.

Ingat, menjaga keseimbangan bukan berarti hidup tanpa rasa, tapi tahu kapan harus cukup.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan