Suara Tiba-Tiba Hilang? Ini Cara Cepat Pulihkan Tanpa Panik

2 weeks ago 18
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Suara yang mendadak hilang bisa menjadi hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengandalkan suara sebagai alat utama pekerjaan, seperti guru, penyanyi, hingga presenter. Kondisi ini dikenal sebagai laringitis, yakni peradangan pada laring atau kotak suara yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti flu. Namun, kebiasaan seperti berteriak terlalu keras, merokok, atau mengonsumsi alkohol juga bisa memicu kondisi ini.

Meski bukan termasuk penyakit serius, laringitis tetap menimbulkan ketidaknyamanan, mulai dari suara serak hingga nyeri tenggorokan dan batuk kering. Maka dari itu, penting mengetahui berbagai langkah tepat untuk mengatasinya, baik dengan cara alami di rumah maupun melalui pengobatan medis.

Pengobatan Medis yang Bisa Ditempuh

Dilansir dari alodokter, beberapa obat yang umum direkomendasikan dokter untuk meredakan peradangan pada pita suara antara lain:

  • Kortikosteroid: Obat ini efektif mengurangi peradangan, tetapi penggunaannya terbatas pada kondisi tertentu, seperti croup pada anak-anak atau pasien profesional suara.
  • Antibiotik: Hanya diresepkan jika penyebab suara hilang adalah infeksi bakteri, meskipun hal ini jarang terjadi.
  • Obat pereda nyeri: Paracetamol dan ibuprofen membantu mengurangi rasa sakit yang menyertai laringitis.

Sebagai pelengkap, dokter juga dapat menyarankan terapi wicara untuk membantu mengembalikan fungsi suara secara optimal tanpa membebani pita suara.

Langkah-Langkah Pemulihan di Rumah

Selain obat-obatan, ada pula sejumlah cara alami yang bisa dilakukan di rumah untuk mempercepat proses penyembuhan:

  • Perbanyak minum air hangat, teh herbal, atau kaldu untuk melembapkan tenggorokan.
  • Berkumur dengan air garam untuk meredakan iritasi.
  • Konsumsi permen pelega tenggorokan.
  • Hindari berbicara terlalu banyak atau terlalu keras.
  • Jangan berbisik karena justru memberi tekanan lebih besar pada pita suara.
  • Hindari rokok, asap, dan minuman berkafein.
  • Hentikan penggunaan obat yang bisa mengeringkan tenggorokan, seperti dekongestan.

Dalam banyak kasus, suara akan kembali normal dalam waktu 1–2 minggu. Namun, bila gangguan suara berlangsung lebih lama dari dua minggu atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, kesulitan menelan, atau batuk berdarah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan