
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Setiap tahun, ratusan kasus kebakaran rumah tangga di Indonesia tercatat bermula dari korsleting listrik. Sumber masalah ini sering kali dianggap sepele, mulai dari kabel yang terkelupas, stopkontak longgar, hingga kebiasaan membebani satu colokan dengan terlalu banyak perangkat elektronik. Padahal, korsleting listrik dapat menimbulkan kerugian besar, bukan hanya kehilangan harta benda, tetapi juga mengancam nyawa penghuni rumah.
Fenomena korsleting atau hubungan arus pendek terjadi ketika arus listrik mengalir tanpa jalur yang semestinya, biasanya akibat rusaknya isolasi kabel atau kualitas instalasi yang tidak sesuai standar. Percikan kecil yang timbul bisa memicu api dalam hitungan detik, terutama jika berada di dekat bahan mudah terbakar.
Karena itu, memahami cara pencegahan korsleting bukan hanya penting, tetapi juga menjadi keharusan. Kesadaran dan tindakan preventif sederhana dapat menjadi benteng utama untuk melindungi rumah, keluarga, dan lingkungan dari bencana kebakaran. Berikut sejumlah langkah praktis yang bisa diterapkan yang dilansir dari eraspace, diantaranya:
1. Pemeriksaan Rutin Instalasi Listrik
Pemeriksaan instalasi listrik sebaiknya dilakukan secara berkala, minimal lima tahun sekali. Langkah ini berguna untuk memastikan bahwa kabel, stopkontak, dan panel listrik dalam kondisi baik dan sesuai standar keamanan.
Banyak kasus korsleting muncul karena instalasi yang sudah usang tetapi tetap dipaksakan dipakai. Kabel yang mengelupas atau sambungan longgar bisa menjadi titik lemah yang berbahaya. Oleh karena itu, libatkan teknisi listrik profesional yang memiliki sertifikasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka dapat mendeteksi kerusakan yang tidak terlihat oleh orang awam sekaligus memberikan solusi perbaikan.
2. Gunakan Kabel dan Stopkontak Berkualitas
Pemilihan material kelistrikan tidak boleh sembarangan. Stopkontak, kabel, dan peralatan pendukung lainnya wajib memenuhi standar keamanan nasional (SNI) atau internasional. Produk murah yang tidak jelas sertifikasinya memang tampak menghemat biaya, tetapi berisiko besar karena tidak mampu menahan arus listrik tinggi.
Stopkontak yang berkualitas biasanya dilengkapi bahan tahan panas dan lebih awet. Sementara kabel standar memiliki isolasi tebal yang melindungi tembaga di dalamnya dari kerusakan akibat suhu atau tekanan. Dengan menggunakan perangkat kelistrikan berkualitas, risiko korsleting bisa ditekan secara signifikan.
3. Hindari Beban Berlebihan pada Stopkontak
Salah satu kebiasaan buruk masyarakat adalah menggunakan satu stopkontak untuk banyak peralatan elektronik sekaligus. Praktik ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan panas berlebih yang memicu kebakaran.
Solusi yang lebih aman adalah menggunakan power strip atau terminal listrik dengan fitur pemutus arus otomatis. Perangkat ini akan langsung mematikan aliran listrik ketika terjadi kelebihan beban. Pastikan pula bahwa produk yang digunakan bersertifikat resmi, bukan barang murah tanpa jaminan keamanan.
4. Cabut Perangkat Elektronik Saat Tidak Digunakan
Meski terlihat sepele, mencabut peralatan elektronik saat tidak digunakan memiliki manfaat ganda. Pertama, menghemat konsumsi listrik karena banyak perangkat tetap menyedot daya meski dalam kondisi mati (dikenal sebagai “phantom load”). Kedua, mengurangi risiko korsleting akibat panas berlebih atau lonjakan arus listrik mendadak.
Peralatan berdaya besar seperti AC, kulkas, televisi, dan mesin cuci sangat disarankan untuk dicabut kabelnya ketika tidak digunakan dalam waktu lama. Selain lebih aman, cara ini juga membantu memperpanjang usia pakai perangkat elektronik.
5. Perhatikan Posisi Kabel agar Tidak Terjepit atau Tertekuk
Kabel listrik yang dibiarkan terjepit di balik furnitur, pintu, atau benda berat lainnya berpotensi rusak pada lapisan pelindungnya. Jika isolasi terkikis, kabel tembaga di dalamnya bisa terekspos dan memicu hubungan arus pendek.
Untuk mencegah hal ini, tata kabel dengan rapi menggunakan pelindung kabel atau pipa khusus. Hindari menekuk kabel terlalu tajam, terutama pada area yang sering dilalui orang. Dengan cara sederhana ini, keamanan instalasi listrik rumah tangga bisa lebih terjamin.
Kesadaran Jadi Kunci Utama
Korsleting listrik bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun, sebagian besar kasus dapat dicegah jika masyarakat lebih peduli terhadap keamanan instalasi listrik di sekitarnya. Pemeriksaan berkala, penggunaan perangkat berkualitas, hingga kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan saat tidak digunakan adalah bentuk tindakan preventif yang sering diabaikan.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, bukan hanya peralatan elektronik yang terlindungi, tetapi juga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, jangan menunggu musibah datang baru melakukan tindakan. Mulailah dari hal kecil hari ini untuk menciptakan rumah yang lebih aman dari ancaman korsleting listrik.(*)