
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Migrain adalah jenis sakit kepala yang terasa berdenyut dan biasanya menyerang salah satu sisi kepala. Rasa sakit ini bisa datang tiba-tiba dan berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Meski kerap dianggap hal biasa, migrain bisa sangat mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Biasanya, migrain mulai muncul pada masa remaja dan mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Wanita lebih rentan mengalami migrain dibandingkan pria, yang diduga kuat terkait dengan perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, pil KB, atau menopause. Namun, migrain juga bisa menyerang anak-anak.
Jenis-Jenis Migrain
Migrain terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:
- Migrain dengan aura: Ditandai dengan gejala penglihatan seperti kilatan cahaya atau garis bergelombang sebelum sakit kepala muncul.
- Migrain tanpa aura: Jenis yang paling umum, nyeri kepala datang tiba-tiba tanpa tanda awal.
- Silent migraine: Memiliki gejala aura tapi tanpa disertai sakit kepala.
- Migrain kronis: Terjadi minimal 15 hari dalam sebulan selama tiga bulan berturut-turut, kadang menjadi tanda kondisi serius lain seperti meningitis atau tumor otak.
Penyebab dan Faktor Risiko
Dilansir dari migrain, penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami, namun gangguan keseimbangan serotonin dalam otak diduga berperan besar. Faktor genetik juga penting migrain bisa menurun dalam keluarga. Risiko migrain meningkat pada wanita usia 10-40 tahun, orang dengan gangguan tidur, epilepsi, gangguan mental, serta perokok.
Gejala Migrain dan Fase Perkembangannya
Migrain biasanya melalui empat fase:
- Fase prodromal: Gejala awal seperti perubahan mood, rasa haus berlebih, sering menguap, dan gangguan pencernaan.
- Fase aura: Gangguan penglihatan, mati rasa, kesulitan bicara, hingga telinga berdenging.
- Fase serangan: Sakit kepala hebat, mual, muntah, pusing, sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
- Fase postdromal: Rasa lelah, nyeri otot, sulit konsentrasi hingga satu hari setelah sakit mereda.
Pemicu Migrain yang Harus Diwaspadai
Banyak hal dapat memicu migrain, seperti stres, perubahan hormon, telat makan, kelelahan, paparan cahaya terang, obat-obatan tertentu, makanan tertentu (cokelat, kacang-kacangan), alkohol, hingga gangguan tidur.
Penanganan dan Pencegahan Migrain
Untuk meredakan migrain, obat pereda nyeri seperti Bodrex atau Panadol Extra bisa digunakan. Selain itu, beristirahat di ruangan gelap, kompres dingin di kepala, dan menjaga asupan air putih membantu mengurangi gejala.
Pencegahan migrain meliputi:
- Menghindari pemicu yang diketahui
- Pola tidur dan makan teratur
- Olahraga rutin dengan intensitas ringan
- Mengelola stres lewat meditasi atau yoga
- Menjaga berat badan ideal
Jika migrain sering kambuh atau gejalanya berat, konsultasi dengan dokter penting agar mendapat penanganan tepat dan mencegah komplikasi serius seperti stroke atau gangguan mental.(*)
Ikuti KENDARI POS di Google News
Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.