Realisasi PAD Kurang dari Separuh

1 month ago 28
Ilustrasi

-- Dinas Perikanan Cari Sumber Pendapatan Baru

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari dari sektor perikanan masih jauh dari harapan. Tahun 2024 lalu, realisasi penerimaan daerah hanya Rp 470 juta atau kurang dari separuh dari target yang dipatok pemerintah sebesar Rp 1,1 miliar. Penurunan ini disebabkan dialihkannya operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail mengungkapkan pengelolaan operasional TPI Sodohoa bukan lagi kewenangannya. Maka dari itu, pos penerimaan daerah yang tiap tahun berkontribusi pada PAD ikut hilang. Tahun lalu, realisasi PAD sektor perikanan hanya sebesar 48 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Target PAD kita tahun 2024 sebesar Rp1,1 miliar, namun realisasinya hanya mencapai Rp 470 juta lebih, atau kurang lebih 48 persen. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, kita bahkan bisa mencapai dan melebihi target,” ujarnya kemarin.

Pengalihan pengelolaan TPI katanya, dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024. Padahal pemerintah telah mematok target di TPI sebesar Rp 700 juta. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya mengintensifkan sumbersumber PAD yang lain.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Dinas Perikanan tetap berupaya mengoptimalkan sumber PAD yang tersisa. Beberapa aset yang masih dikelola di antaranya adalah cold storage berkapasitas 100 ton yang disewakan kepada koperasi dengan kontrak tahunan sebesar Rp120 juta, rumah kemasan, balai benih ikan air tawar, serta pelabuhan pendistribusian ikan di Sodoha yang memiliki gudang yang dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga.

“Secara keseluruhan, penurunan ini terjadi akibat kendala pengambilalihan TPI Sodohoa oleh provinsi, sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2014,” tambahnya.

Untuk mengatasi penurunan PAD, Dinas Perikanan berencana membuka peluang sumber pendapatan baru dengan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor perikanan. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah pengembangan fasilitas rumah kemasan.

“Kami sedang melengkapi fasilitas rumah kemasan dan telah mendapatkan persetujuan untuk pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) baru. Saat ini, kami tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota,” katanya.

Nantinya, rumah kemasan ini akan dikelola oleh tim khusus untuk membantu pelaku UMKM dalam pengemasan dan pencetakan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. “Harapan kami, rumah kemasan ini bisa menjadi sumber PAD baru bagi Dinas Perikanan dan membantu UMKM meningkatkan daya saing produknya,” tutupnya. (b/ iky)

PAD Sektor Perikanan

  1. Target 2024 Sebesar Rp 1,1 Miliar
    -Realisasi Penerimaan Hanya 48 Persen atau Rp 470 juta
  2. Penurunan ini disebabkan dialihkannya operasional TPI Sodohoa ke Pemprov Sultra
    -Sebelumnya dikelola Dinas Perikanan Kendari
    -Padahal pemerintah telah mematok target di TPI sebesar Rp 700 juta.
  3. Intensifikan sumber-sumber PAD yang lain.
    -Aset yang masih dikelola di antaranya adalah cold storage berkapasitas 100 ton yang disewakan kepada koperasi dengan kontrak tahunan sebesar Rp120 juta
    -Rumah kemasan, balai benih ikan air tawar, serta pelabuhan pendistribusian ikan di Sodohoa
    -Gudang di pelabuhan dapat disewakan ke pihak ketiga.
Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan