
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID---Puluhan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. LM. Baharuddin Kabupaten Muna, gelar aksi mogok kerja. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes pada pihak manajemen RSUD. Pasalnya, terhitung sudah selama delapan bulan insentif para dokter belum dibayarkan sejak Oktober 2024 sampai Mei 2025. Terhitungampir semua Poli mogok kerja, kecuali Poli penyakit dalam.
Ketua Komite Medik RSUD dr. LM. Baharuddin, dr. Mudasir mengatakan bahwa aksi mogok kerja dilakukan karena insentif belum terbayarkan mulai Oktober tahun lalu hingga Mei 2025. Tidak hanya itu, pihaknya juga memprotes adanya penurunan insentif dokter di RSUD Kabupaten Muna 30 persen. Menurutnya, penurunan insentif 30 persen itu tidak sejalan dengan instruksi pemerintah pusat.
"Sudah 8 bulan insentif kami belum dibayarkan. Kemudian, untuk tahun 2025 ini insentif kami di turunkan 30 persen. Sementara instruksi pemerintah pusat tidak ada pemotongan untuk gaji maupun insentif dokter dan lainnya. Pemotongan hanya perjalanan dinas saja," kata, dr. Mudasir, Senin (2/6).
Olehnya itu, pihaknya meminta agar pemerintah daerah dan pihak manajemen rumah sakit segera menangani keluhan puluhan dokter terkait hak-hak dokter di RSUD Kabupaten Muna. Para dokter juga meminta adanya transparansi pihak manajemen jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, mengingat pihak rumah sakit tidak mampu memenuhi tambahan pembayaran insentif dokter. Hal inilah yang menjadi penghambat terbayarnya hak-hak dokter di RSUD Muna.
"Kami meminta pemerintah daerah Kabupaten Muna dan pihak manajemen rumah sakit untuk segera menindaklanjuti aksi ini. Apabila kondisi keuangan tidak memungkinkan, kami meminta adanya transparansi bukti dan data yang real. Apakah rumah sakit ini untung atau bangkrut atau ada dana sisa ? Hal ini yang kami tuntut, jika memang betul rumah sakit tidak mampu membayar. Untuk pemerintah daerah sudah sanggup menangani beberapa bagian pembayaran insentif tahun 2024 dan 2025, tinggal menambah tambahan dari pihak rumah sakit, namun rumah sakit tidak memenuhi," ujarnya.
Ia menambahkan, aksi mogok kerja akan terus dilakukan sampai terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, DPRD dan pihak manajemen rumah sakit. Namun, emergency tetap terlayani, pasien-pasien operasi tetap dilayani.
"Untuk emergency kami tetap layani, dokter tetap menjaga kemanusiaan. Kami berharap, segera adanya tindak lanjut dari aksi ini. Mengingat sudah delapan bulan insentif kami belum dibayarkan," pungkasnya. (deh)