Gas Air Mata: Alat Pengendali Massa yang Menyimpan Bahaya Tersembunyi

5 hours ago 4
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Gas air mata sering dianggap sebagai alat yang efektif untuk mengendalikan kerumunan dalam situasi tegang seperti demonstrasi atau kerusuhan. Namun, meskipun tujuannya untuk membubarkan massa dengan cepat tanpa kontak fisik, penggunaan gas air mata menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan manusia. Meskipun dirancang untuk efek sementara, gas air mata bisa menyebabkan berbagai gangguan serius pada tubuh jika terpapar dalam jumlah besar atau waktu yang lama.

Senyawa Kimia dan Dampaknya pada Tubuh

Secara kimiawi, gas air mata mengandung berbagai senyawa berbahaya yang bekerja dengan merangsang sistem saraf sensorik. Senyawa seperti chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), dan chloropicrin (PS) mengganggu fungsi tubuh dan menyebabkan rasa terbakar serta kesulitan bernapas. Efek langsung dari paparan gas ini bisa bervariasi, mulai dari iritasi mata yang menyebabkan penglihatan kabur hingga sesak napas dan gangguan pernapasan.

Saat gas ini terhirup, tubuh mengalami reaksi cepat. Mata bisa menjadi merah, berair berlebihan, dan penglihatan menurun. Di saluran pernapasan, efeknya lebih mengancam, termasuk sesak napas yang bisa berlanjut menjadi gangguan pernapasan serius. Bahkan, ketika gas ini kontak langsung dengan kulit, bisa menyebabkan iritasi hebat.

Bahaya Jangka Panjang

Dilansir dari jawapos.com, meskipun gas air mata tidak dirancang untuk mematikan, paparan terus-menerus atau intens bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa paparan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan atau merusak jaringan paru-paru. Mengingat efeknya yang berpotensi membahayakan kesehatan, beberapa negara mulai menetapkan regulasi yang ketat mengenai penggunaannya, seperti pembatasan penggunaan gas air mata di ruang terbuka dan larangan menembakkan gas dalam jarak dekat.

Langkah Pertolongan Pertama Setelah Terpapar Gas Air Mata

Ketika seseorang terpapar gas air mata, tindakan awal yang perlu dilakukan adalah segera menjauh dari sumber gas dan mencari udara segar. Menutup wajah dengan kain basah dapat membantu menyaring udara yang dihirup, sementara membersihkan bagian tubuh yang terpapar dengan air mengalir sangat dianjurkan untuk mengurangi iritasi. Jangan gunakan tisu basah karena kandungan alkohol di dalamnya justru dapat memperburuk iritasi.

Selain itu, pakaian yang terkena gas juga harus segera diganti untuk menghindari penyebaran residu bahan kimia yang tertinggal. Jika memungkinkan, mandi dengan sabun antiseptik adalah langkah penting untuk membersihkan tubuh secara menyeluruh.

Kesimpulan: Perlukah Gas Air Mata Digunakan?

Gas air mata memang memiliki peran dalam pengendalian massa, tetapi kita tak boleh mengabaikan dampak kesehatannya. Pemahaman yang baik tentang bahan kimia yang terkandung di dalamnya dan tindakan yang tepat setelah terpapar sangat penting untuk melindungi diri. Tentunya, keseimbangan antara menjaga ketertiban umum dan melindungi kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama.(*)


Ikuti KENDARI POS di Google News

Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan