
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Gas air mata kerap digunakan aparat sebagai alat pengendali massa. Efek yang paling terasa adalah mata perih hingga sulit bernapas. Kondisi ini terjadi akibat adanya senyawa kimia iritan yang memang dirancang untuk mengganggu mata, kulit, dan sistem pernapasan sementara waktu.
Menurut dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, gas air mata umumnya mengandung zat seperti chlorobenzylidene malononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), hingga dibenzoxapine (CR). Ada pula yang menggunakan senyawa berbasis capsaicin, seperti pada semprotan merica.
“Efeknya baru terasa setelah terhirup. Gas ini merangsang kelenjar air mata sehingga timbul rasa pedih dan mata berair,” jelas dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia.
Cara Mengurangi Efek Gas Air Mata
Selama ini beredar cara unik seperti mengoleskan pasta gigi untuk mengurangi perih, namun hal itu dinilai kurang efektif. Menurut pakar kimia UGM, Dra Ani Setyopratiwi, M.Si, penggunaan larutan garam atau air lebih disarankan.
Selain itu, beberapa literatur menyebutkan larutan antasida encer dicampur soda kue bisa membantu menetralkan efek gas karena sifat alkalisnya. Namun, langkah paling aman tetap dengan segera membilas mata dengan air mengalir.
“Pada dasarnya antasida aman di kulit. Tapi jika terkena mata, segera bilas dengan air bersih dalam jumlah banyak,” kata dr Aru dikutip dari detik.com
Tips Mengurangi Dampak Gas Air Mata
- Segera menjauh dari titik pelepasan gas
- Jika di dalam ruangan, segera keluar untuk mendapatkan udara segar
- Cari lokasi lebih tinggi karena gas cenderung berkumpul di bawah
- Tutup hidung dan mata dengan kain basah
- Lepaskan pakaian yang terkontaminasi lalu mandi bersih
Pada akhirnya, tidak ada cara yang benar-benar efektif selain menghindari paparan gas air mata.
Ikuti KENDARI POS di Google News
Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.