Rabies: Virus Mematikan yang Masih Mengancam, Kenali Gejalanya

3 weeks ago 21
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Rabies, yang sering dikenal sebagai penyakit “anjing gila,” adalah infeksi virus serius yang menyerang otak dan sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis. Di Indonesia, rabies masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki populasi hewan peliharaan atau liar yang tidak divaksinasi.

Apa Itu Rabies dan Bagaimana Penularannya?

Rabies adalah infeksi yang disebabkan oleh virus rabies, yang umumnya menyebar melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Anjing adalah sumber penularan utama virus ini, namun hewan lain seperti kucing, kera, dan kelelawar juga dapat membawa virus dan menularkannya ke manusia.

Virus ini sangat berbahaya karena setelah masuk ke tubuh, virus akan bergerak menuju otak dan sistem saraf pusat, menyebabkan kerusakan serius. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada saat berinteraksi dengan hewan, terutama hewan liar atau yang belum mendapatkan vaksinasi rabies.

Gejala Rabies: Kenali Sejak Dini

Dilansir dari alodokter, gejala rabies biasanya muncul dalam rentang waktu yang bervariasi, mulai dari 5 hari hingga 1 tahun setelah terpapar virus, dengan rata-rata munculnya gejala adalah 30-90 hari. Semakin dekat lokasi gigitan ke otak (seperti kepala, leher, atau dada), gejala bisa muncul lebih cepat.

Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam dan menggigil
  • Rasa kesemutan atau mati rasa di sekitar luka gigitan
  • Sakit kepala
  • Rasa lelah dan lesu
  • Hilang nafsu makan

Jika tidak segera ditangani, rabies dapat berkembang menjadi gejala yang lebih parah seperti kejang otot, kesulitan bernapas, halusinasi, dan bahkan koma.

Segera Cari Bantuan Medis!

Setelah digigit atau dicakar hewan yang dicurigai membawa virus rabies, jangan tunda untuk segera ke fasilitas kesehatan. Penanganan vaksinasi dan pemberian serum rabies harus dilakukan sesegera mungkin, idealnya dalam 2 hari setelah gigitan.

Jika sudah muncul gejala rabies, pengobatan menjadi sangat sulit dan risiko kematian sangat tinggi. Itulah mengapa vaksinasi rabies dan pertolongan pertama yang tepat sangat krusial.

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

Langkah awal saat terkena gigitan hewan yang berpotensi rabies:

  1. Tekan luka dengan kain bersih untuk menghentikan perdarahan aktif.
  2. Cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.
  3. Oleskan antiseptik seperti alkohol 70% atau povidone iodine.
  4. Segera datangi rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, dokter akan membersihkan luka lebih teliti, kemudian memberikan serum rabies dan vaksin untuk melindungi sistem imun.

Rabies Bisa Berujung Kematian

Begitu virus rabies mencapai otak, pengobatan menjadi sangat rumit. Komplikasi serius yang bisa terjadi meliputi gagal napas, koma, henti jantung, dan akhirnya kematian. Oleh karena itu, pencegahan dengan vaksinasi hewan peliharaan dan kewaspadaan saat berhadapan dengan hewan adalah langkah utama untuk menghindari wabah rabies.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan