
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perumahan dan Penataan Ruang berupaya mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni.
Langkah itu ditempuh dengan menginisiasi langkah strategis untuk mengintegrasikan perencanaan pembangunan perumahan di ibukota Sultra.
Program itu mendapat dukungan dari perusahaan pengembang perumahan berbendera PT Swarna Dwipa Properti (SDP).
Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kendari, Yusran Wahyudi, mengatakan rencana ini mencakup penataan drainase, pengelolaan sampah, penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga ketersediaan air bersih yang akan dikerjakan bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Anoa. Pihaknya tak hanya fokus pada persetujuan site plan, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kita ingin semua pihak terlibat, instansi teknis terkait hingga pemerintah setempat, untuk menciptakan perumahan yang layak huni dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya saat rapat pembahasan site plan Perumahan Bumi Samarkand, di Dinas PUPR, Rabu (13/8).
Katanya, PUPR akan menggandeng berbagai pihak terkait dalam proses perencanaan. Tujuannya, menyukseskan misi menjadikan Kendari sebagai kota layak huni.
Sementara itu, Head Legal Corporate PT SDP, Fadli Sardi, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun kompleks perumahan yang nyaman buat masyarakat. Utamanya mewujudkan misi Pemkot dalam membangun Kendari sebagai kota layak huni.
Selain itu, SDP yang membuka hunian baru di Kendari akan berdampak pada jumlah pelanggan PDAM Kendari. “Rumah-rumah yang kami bangun nanti akan berlangganan dengan PDAM. Artinya jumlah pelanggan akan bertambah, itu juga berdampak pada peningkatan pendapatan bagi PDAM,” argumentasi Ketua KPID Sultra itu saat dihubungi, kemarin.
Fadli, mengungkapkan SDP juga akan mewujudkan pengelolaan sampah dan lingkungan sehat, sesuai program prioritas Pemkot dalam menciptakan tata kelola sampah yang berkelanjutan.
Saat rapat bersama dengan PDAM, Dinas PUPR Kendari menjadi jalan menuju penataan kota yang lebih
erstruktur, bersih, dan berkelanjutan.
Konsep ini dia optimis akan menjadi role model penataan kawasan hunian di Kendari. Dengan desain terintegrasi, setiap perumahan nantinya akan memiliki infrastruktur memadai sejak awal pembangunan. Fasilitas publik, sarana lingkungan, dan utilitas dasar dirancang saling terhubung sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat dapat merasakan kualitas hidup yang lebih baik.
Fadli menyatakan dengan pembangunan perumahan yang sejak perencanaan telah terintegrasi, maka setiap perumahan baru benar-benar menjadi lingkungan yang nyaman ditinggali, sehat bagi keluarga, dan ramah bagi generasi mendatang.
Sebelumnya, Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman,
menyambut baik ide integrasi pengelolaan infrastruktur perumahan yang memudahkan pelayanan air bersih dan meningkatkan kualitas hidup warga.