
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Satuan Pembinaan Masyarakat Perairan (Binmas Perairan) Direktorat Polairud Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Senin (11/8). Giat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para nelayan terhadap pentingnya keselamatan pelayaran dan pelestarian ekosistem laut.
Kasat Binmas Perairan Iptu Ismail mengingatkan nelayan lebih meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Apalagi kondisi cuaca Agustus ini kurang bersahabat. Di wilayah perairan, sering terjadi hujan dan angin kencang.
"Kami mengimbau para nelayan agar senantiasa memprioritaskan keselamatan dalam berlayar. Cuaca yang tidak menentu bisa membahayakan jika tidak disikapi dengan persiapan yang matang," ujar Iptu Ismail.
Ia menekankannpentingnya melengkapi dokumen kapal sebelum berlayar, berkoordinasi dengan BMKG atau pihak syahbandar, serta membawa alat keselamatan seperti pelampung dan life buoy.
"Selain itu, kami juga mengajak para nelayan untuk tidak menggunakan alat tangkap ilegal seperti bom ikan, bius, atau pukat harimau. Hal itu tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merusak lingkungan laut yang merupakan sumber penghidupan mereka sendiri," jelas Ismail.
Iptu Ismail menjelaskan pembinaan dan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya Polairud mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan.
"Dengan ekosistem laut yang terjaga dan kesadaran keselamatan yang tinggi, kita bisa menciptakan pelayaran yang aman dan kondusif. Ini juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut yang kerap kali terjadi akibat kelalaian," terangnya. (c/abd)