Leher Tegang Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Lebih dari Sekadar Kaku

2 weeks ago 16
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--bangun tidur atau seharian duduk di depan komputer. Meskipun umumnya bisa sembuh sendiri, ketegangan otot leher yang berulang atau berkepanjangan bisa berdampak buruk jika tidak ditangani dengan benar.

Leher terdiri dari struktur otot fleksibel yang menopang berat kepala sekitar 4,5 hingga 5 kg. Beban ini sebenarnya bisa ditangani dengan baik, asalkan postur tubuh Anda tepat. Namun, berbagai kebiasaan buruk dan kondisi tertentu bisa membuat otot-otot ini bekerja terlalu keras, lalu menegang dan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab Umum Leher Tegang

Berikut beberapa penyebab umum yang sering tidak disadari yang dilansir dari alodokter, diantaranya:

  1. Postur Tubuh yang Salah
    Menunduk terlalu lama saat melihat ponsel atau membungkuk saat duduk di depan layar komputer bisa membuat otot leher tegang akibat menahan beban kepala secara tidak seimbang.
  2. Posisi Tidur yang Tidak Nyaman
    Tidur tengkurap atau menggunakan bantal terlalu tinggi bisa menyebabkan leher berada dalam posisi tidak natural selama berjam-jam. Akibatnya, Anda bangun dengan rasa nyeri di leher, bahu, bahkan punggung.
  3. Gerakan yang Berulang
    Melakukan gerakan leher berulang kali—misalnya menoleh terus-menerus atau olahraga tanpa teknik yang benar—dapat menyebabkan kelelahan otot dan ketegangan.
  4. Olahraga Berlebihan
    Angkat beban, yoga intens, atau berenang tanpa pemanasan dapat menimbulkan ketegangan otot leher. Apalagi jika dilakukan dengan postur atau teknik yang salah.
  5. Membawa Tas Berat
    Membawa tas ransel atau tas samping yang berat secara terus-menerus memberi tekanan pada leher dan bahu, menyebabkan ketidakseimbangan otot yang berujung pada kekakuan.
  6. Cedera Mendadak (Whiplash)
    Kecelakaan atau benturan mendadak dapat menyebabkan whiplash—gerakan leher yang tersentak secara tiba-tiba. Ini bisa menimbulkan cedera otot leher dan nyeri yang tidak segera hilang.
  7. Penyakit Tertentu
    Beberapa kondisi medis seperti arthritis, spondylosis servikal, meningitis, atau bahkan kanker, dapat menimbulkan gejala berupa leher tegang yang serius.

Cara Meredakan dan Mencegah Leher Tegang

Untuk meredakan ketegangan leher dan mencegahnya datang kembali, Anda bisa mencoba beberapa langkah berikut:

  • Peregangan Ringan: Lakukan gerakan memutar kepala dan bahu secara perlahan setiap beberapa jam, terutama jika duduk terlalu lama.
  • Pijat Ringan: Pijatan lembut oleh terapis berpengalaman dapat membantu merilekskan otot leher yang kaku.
  • Pilih Bantal yang Tepat: Gunakan bantal rendah atau yang mendukung bentuk leher, seperti bantal lateks padat.
  • Perbaiki Postur Duduk: Jaga posisi kepala dan punggung tetap sejajar, terutama saat bekerja atau membaca.
  • Kompres Dingin dan Panas: Kompres dingin selama 15–20 menit di hari pertama, kemudian lanjutkan dengan kompres panas di hari berikutnya untuk memperlancar aliran darah.
  • Gunakan Obat Pereda Nyeri: Jika perlu, gunakan krim topikal atau obat minum seperti ibuprofen dan paracetamol.

Jika setelah perawatan mandiri rasa sakit tak kunjung hilang atau malah bertambah parah, segera konsultasikan ke dokter. Mungkin ada kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan