Kwarda Bentuk Satgas Pangan Pramuka di Konsel

2 weeks ago 18

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pramuka yang berlokasi di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Inisiatif ini merupakan langkah nyata, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus bagian dari pelaksanaan program kerja Kwarda Sultra masa bakti 2024-2029.

Ketua Kwarda Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mengungkapkan, seluruh program telah disusun dan dijalankan berdasarkan amanah Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka tahun 2024.

Termasuk di dalamnya sinkronisasi program kepramukaan, dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2025-2030.

“Pembentukan Satgas Pangan Pramuka di Konsel, menjadi bagian dari kontribusi konkret Pramuka dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor ketahanan pangan,” ujar Asrun Lio saat menjadi nara sumber dalam program Podcast Kendari Pos Channel, Kamis (14/8/2025).

Penjelasan serupa juga ia sampaikan, saat membawakan sambutan dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/8/2025).

Asrun menjelaskan, Satgas ini akan mengelola lahan pangan produktif dan menjadi sarana edukasi. Serta pelatihan bagi anggota Pramuka dalam hal pertanian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Selain pembentukan Satgas Pangan, Kwarda Sultra juga memprioritaskan sejumlah agenda penting lainnya pada tahun 2025, di antaranya:
Pembenahan fasilitas Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Daerah, Pelaksanaan Jambore Daerah Pramuka Penggalang Sultra, sebagai bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional 2026 di Cibubur. Serta pelaksanaan berbagai kegiatan lainnya sesuai rencana kerja tahun anggaran 2025.

Lebih jauh mantan Kadis Dikbud Sultra ini menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sultra, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) atas dukungan dan bimbingannya terhadap Gerakan Pramuka di Sultra.

“Semoga upaya yang kami lakukan sebagai insan Pramuka, dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, guna mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” ungkapnya.

Kolaborasi Membangun Ketahanan Bangsa

Gerakan Pramuka Indonesia menyambut usia ke-64 dengan semangat kebersamaan dan pembangunan karakter. Tema resmi peringatan tahun ini adalah Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa, yang menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dan nilai-nilai kepramukaan dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, menyampaikan bahwa Pramuka selalu identik dengan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan keberanian.

"Pramuka identik dengan kedisiplinan, bertanggung jawab, dan berani. Jadi, Pramuka ini memang bagian dari bagaimana kita membentuk karakter," ujar Asrun Lio.

Menurut Asrun, karakter kuat yang dibentuk oleh kepramukaan meliputi kejujuran, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan kolaborasi.

"Orang-orang yang masuk Pramuka adalah orang yang karakternya dibentuk dari kepramukaan. Di sana pasti ada nilai-nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, membangun kolaborasi atau kerja sama," jelasnya.

Asrun menekankan, kekuatan Gerakan Pramuka hingga hari ini terletak pada keberlanjutan pembinaan karakter dari jenjang siaga, penggalang, hingga penegak.

"Pramuka masih eksis hingga saat ini, sudah 64 tahun. Karena Pramuka ini memang melahirkan generasi yang dipersiapkan. Pembentukan karakter pada setiap jenjang itu jalan. Itulah yang membuat Pramuka hingga ke-64 tahun ini bisa eksis," paparnya, selaras dengan tema nasional tahun ini.

Asrun menambahkan, di era gawai dan teknologi saat ini, Pramuka harus bisa menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi secara positif.

"Gawai itu kan sebenarnya kalau kita manfaatkan dengan baik, pasti punya nilai plus. Tinggal bagaimana gawai itu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif, untuk para kader Pramuka agar bisa memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pada saat itu," ucapnya.

Dalam peringatan HUT ke-64, Asrun menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi. "Pramuka itu membangun kerja sama, bersinergi satu dengan lainnya. Ini dalam miniatur kecil di Pramuka. Kita bisa bawa ke sesuatu yang lebih besar. Sultra ini berbeda-beda suku dan bahasa, maka dieratkan dalam satu kesatuan ke wilayahan," terangnya.

"Di tingkat nasional, kita dari Sabang sampai Merauke, berbagai suku bangsa, berbagai bahasa, itu disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Bahwa perbedaan-perbedaan yang ada di bangsa ini, itu adalah suatu kekuatan," tambahnya.

Dengan hadirnya pemimpin daerah baru di Sultra pada tahun 2025, Asrun berharap semangat kolaborasi dapat menyatu.

"Kita mendapatkan pemimpin baru, tentu dengan semangat yang baru. Dengan tema kolaborasi itu, bagaimana kita semua komponen di Sultra ini bisa menyatukan visi dan misi, membangun Sultra menjadi maju, aman, sejahtera, dan juga religius. Itulah kolaborasi visi dan misi pemimpin baru Sultra ini," imbuhnya. (b/abd).(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan