
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa arah pembangunan hanya ditentukan oleh pemerintah dan perusahaan besar. Namun, anggapan itu mulai bergeser. Kini, komunitas-komunitas lokal mulai unjuk peran sebagai aktor penting dalam mendorong pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Dari desa-desa pesisir hingga permukiman kota besar, berbagai inisiatif berbasis komunitas menunjukkan bahwa pembangunan yang berakar dari masyarakat jauh lebih tahan lama dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Pembangunan Berkelanjutan Tak Lagi Soal Infrastruktur
Konsep pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi juga mencakup keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan ketahanan ekonomi. Di sinilah komunitas memiliki peran vital karena mereka hidup, tumbuh, dan merasakan langsung dampak dari setiap kebijakan pembangunan.
Berikut ini beberapa peran krusial komunitas dalam menyokong pembangunan berkelanjutan dilansir dari kumparan, diantaranya:
1. Pelopor Gerakan Hijau dari Akar Rumput
Komunitas warga menjadi aktor utama dalam inisiatif pelestarian lingkungan. Mulai dari gerakan tanam pohon, pengelolaan sampah mandiri, hingga kampanye hemat energi semuanya bergerak dari keinginan bersama untuk menjaga bumi dari rumah sendiri.
2. Mengawal Kebijakan Lewat Suara Kolektif
Partisipasi warga dalam musyawarah desa, forum RW, hingga konsultasi publik, membuka ruang bagi aspirasi lokal terdengar. Mereka tak hanya dimintai pendapat, tapi juga ikut memutuskan prioritas pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan komunitas.
3. Menjaga Alam Lewat Nilai dan Tradisi
Komunitas adat seperti di Kalimantan atau Papua memiliki sistem pengelolaan sumber daya alam yang sangat menghargai keseimbangan ekosistem. Dalam banyak kasus, hutan atau sungai yang dikelola masyarakat lokal terbukti lebih lestari daripada yang dikelola industri.
4. Menjadi Jembatan Edukasi untuk Warga Sekitar
Komunitas kerap menjadi corong informasi yang efektif. Lewat pendekatan yang sesuai budaya dan bahasa lokal, isu-isu seperti perubahan iklim, konsumsi berkelanjutan, hingga kesehatan reproduksi bisa disampaikan secara lebih mudah dan diterima.
5. Melahirkan Inovasi dari Keterbatasan
Keterbatasan justru mendorong kreativitas. Komunitas di daerah terpencil banyak yang menciptakan solusi lokal seperti sumur bor bertenaga surya, bank sampah digital, hingga program pangan mandiri. Inovasi semacam ini seringkali lebih berkelanjutan dibanding intervensi dari luar.
Lebih dari Sekadar Pendamping, Komunitas Adalah Mitra Pembangunan
Pembangunan berkelanjutan hanya akan berhasil jika masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra strategis. Dalam konteks inilah, negara, swasta, dan akademisi perlu duduk bersama komunitas, bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk bekerja sama dan membangun masa depan bersama.
Ke depan, wajah pembangunan tidak bisa lagi dilepaskan dari semangat kolaborasi. Komunitas lokal adalah fondasi yang kuat untuk menciptakan perubahan nyata, dan peran mereka harus terus didorong agar pembangunan benar-benar berkelanjutan: untuk manusia, alam, dan generasi mendatang.(*)