
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID-- Banyak orang yang merasa kantuk datang setelah makan dan memilih langsung beristirahat. Sekilas tampak tidak berbahaya, namun kebiasaan ini ternyata menyimpan berbagai risiko serius bagi kesehatan tubuh.
Rasa kantuk setelah makan memang hal yang alami. Proses pencernaan memicu pelepasan hormon tertentu, seperti serotonin dan melatonin, yang membuat tubuh terasa rileks dan mengantuk. Namun, jika langsung berbaring atau tidur setiap kali selesai makan, tubuh tidak diberi waktu yang cukup untuk mencerna makanan secara optimal. Kebiasaan ini bisa berdampak negatif jika dilakukan secara rutin.
Ngantuk Setelah Makan: Normal, Tapi Waspada
Menurut penelitian, makanan tinggi karbohidrat, gula, dan lemak seperti nasi putih, kue manis, atau gorengan, berperan besar dalam memicu kantuk. Selain itu, makanan yang mengandung triptofan—seperti keju, ikan, dan tahu juga dapat mempercepat rasa kantuk karena memicu produksi hormon pemicu tidur.
Namun, rasa ngantuk ekstrem setelah makan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, hipotiroidisme, anemia, hingga sleep apnea dapat membuat seseorang merasa sangat mengantuk setelah makan.
Dampak Buruk Tidur Setelah Makan
Dilansir dari alodokter, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tidur setelah makan bisa memicu beberapa masalah kesehatan berikut:
- Kenaikan Berat Badan
Tubuh yang tidak bergerak usai makan membuat kalori tidak terbakar secara efektif. Ini meningkatkan risiko penumpukan lemak dan berujung pada obesitas. - Asam Lambung Naik (GERD)
Berbaring setelah makan dapat menyebabkan isi lambung terdorong ke atas, memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mulut pahit, dan sensasi terbakar di dada. - Sulit Tidur di Malam Hari
Tidur siang setelah makan bisa mengganggu ritme tidur alami dan menyebabkan insomnia di malam hari.
Cara Menghindari Kebiasaan Tidur Setelah Makan
Untuk menjaga pencernaan dan kesehatan tubuh, masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah berikut:
- Makan dalam porsi kecil tapi sering
- Hindari makanan tinggi lemak dan gula sebelum tidur
- Minum air putih untuk memperlancar pencernaan
- Lakukan aktivitas ringan setelah makan, seperti berjalan kaki selama 10–15 menit
- Pastikan waktu tidur malam tercukupi (7–9 jam)
Selain itu, sebisa mungkin beri jeda minimal 2–3 jam antara waktu makan malam dan waktu tidur. Hal ini membantu sistem pencernaan bekerja dengan optimal tanpa terganggu posisi tubuh yang telentang.
Kesimpulan
Tidur setelah makan memang menggoda, terutama saat tubuh terasa lelah. Namun, kebiasaan ini bisa menjadi bumerang bagi kesehatan dalam jangka panjang. Perubahan kecil seperti berjalan kaki setelah makan atau mengatur pola makan bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.(*)