Jangan Biarkan Mereka Sendiri: Kenali Tanda-Tanda Kesepian pada Lansia

3 weeks ago 26
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Di balik senyum ramah para orang tua lanjut usia (lansia), sering tersembunyi perasaan sunyi yang mendalam. Kesepian pada lansia kini menjadi isu serius yang berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik mereka. Tidak sekadar merasa sendiri, kesepian dapat memicu gangguan depresi, gangguan tidur, hingga melemahkan sistem imun tubuh.

Penelitian dan berbagai laporan medis menunjukkan bahwa kesepian pada lansia berpotensi memperburuk kondisi penyakit kronis dan meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kondisi ini sering kali luput dari perhatian.

Tanda-Tanda Sunyi yang Tak Terucap

Dilansir dari hellosehat, tanda-tanda lansia mengalami kesepian bisa terlihat dari perubahan perilaku sehari-hari, seperti:

  • Penurunan nafsu makan
  • Perubahan suasana hati (mudah marah atau sedih)
  • Gangguan tidur, seperti insomnia
  • Mandi dengan air panas berlebihan
  • Perilaku konsumtif atau berbelanja secara impulsif

"Kesepian tidak selalu tampak jelas. Tapi dampaknya nyata," ungkap seorang praktisi kesehatan lansia dari Kendari, Rina Kartika, S.Psi.

Mengapa Lansia Merasa Kesepian?

Ada sejumlah penyebab utama kesepian pada lansia. Mulai dari penyakit kronis, seperti diabetes atau jantung, yang membuat mereka menarik diri karena malu atau takut merepotkan keluarga. Kehilangan teman seumuran, gangguan pendengaran, hingga jauh dari anak dan cucu juga menjadi pemicu utama.

"Seiring bertambahnya usia, banyak lansia merasa terputus dari dunia sosialnya. Ketika teman satu per satu tiada, mereka merasa semakin sendiri," tambah Rina.

Langkah Nyata untuk Mengatasi

Meski tampak kompleks, kesepian pada lansia dapat dicegah dan ditangani dengan beberapa pendekatan sederhana namun efektif, antara lain:

  1. Menjaga komunikasi rutin dengan anggota keluarga melalui kunjungan langsung, telepon, atau video call.
  2. Mengajak lansia berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti komunitas lansia atau kelompok hobi.
  3. Memberi hewan peliharaan, seperti kucing atau burung, sebagai teman yang setia dan menyenangkan.
  4. Mendorong lansia untuk menulis jurnal atau buku harian, agar tetap aktif secara mental dan memiliki aktivitas harian.

Jika perasaan kesepian berlangsung lama, pendampingan psikologis atau konsultasi dengan profesional kesehatan mental sangat disarankan.

Perlu Perhatian Serius

Para pakar sepakat, kesepian bukan sekadar masalah emosional, tetapi bisa berdampak sistemik. Tubuh yang terus-menerus dalam kondisi stres akibat kesepian dapat mengalami gangguan imun, menjadikan lansia lebih rentan terhadap penyakit.

"Kesepian adalah kondisi yang bisa dicegah jika ada keterlibatan aktif dari keluarga dan lingkungan. Jangan biarkan orang tua kita meredam sepi sendirian," imbau Rina.

Ajakan Redaksi:

Melibatkan lansia dalam kehidupan sosial dan memberikan perhatian adalah investasi kecil untuk masa tua yang lebih bermakna. Yuk, mulai dari sekarang, beri mereka waktu, ruang, dan cinta.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan