Heboh UI Undang Akademisi Pro-Israel, DPR: Cek Dulu Rekam Jejaknya!

3 days ago 9
Himmatul Aliyah (Foto: Istimewa)

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Kehadiran akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz, dalam Orientasi Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) menuai sorotan publik. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menegaskan agar kampus lebih selektif dalam memilih narasumber, khususnya terkait isu sensitif.

"Setiap institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi, harus berhati-hati dalam mengundang narasumber. Latar belakang tokoh yang dihadirkan bukan hanya dilihat dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi ideologi, rekam jejak, dan posisi politiknya," kata Himmatul kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Himmatul menilai langkah UI meminta maaf atas insiden tersebut sudah tepat. Namun, ia menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang karena dunia kampus merupakan ruang strategis bagi mahasiswa yang kelak menjadi pemimpin bangsa.

"Jangan sampai ruang intelektual itu diisi narasi yang bisa merusak solidaritas bangsa terhadap perjuangan rakyat Palestina, yang selama ini konsisten kita dukung di forum internasional," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa politik luar negeri Indonesia sudah jelas, yakni mendukung penuh kemerdekaan Palestina sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

Sementara itu, UI melalui Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional, Arie Afriansyah, mengakui adanya kekhilafan dalam proses pengecekan latar belakang Berkowitz.

"Dengan segala kerendahan hati, UI mengakui kurang hati-hati. Untuk itu, UI meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Arie dalam keterangan resmi dikutip dari detik.com

UI menegaskan tetap berkomitmen pada dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Arie menambahkan, insiden ini menjadi pembelajaran penting agar UI lebih selektif dan sensitif saat mengundang akademisi asing di masa depan.


Ikuti KENDARI POS di Google News

Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan