
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Kuku panjang yang bersih dan mengilap memang menjadi simbol gaya dan kepercayaan diri, terutama di kalangan wanita. Bahkan, sebagian pria pun mulai mengadopsi tren ini. Namun, di balik tampilan elegannya, kuku panjang bisa menyimpan berbagai risiko kesehatan yang jarang disadari.
Kebiasaan memanjangkan kuku tanpa perawatan yang tepat ternyata bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kebersihan dan kesehatan. Tanpa disadari, celah kecil di balik kuku bisa menjadi tempat nyaman bagi kuman, virus, bahkan telur parasit.
Berikut beberapa fakta membiarkan kuku menjadi panjang untuk kesehatan yang dilansir dari alodokter, diantaranya:
1. Diare: Ancaman dari Kotoran Tersembunyi
Kotoran yang terselip di balik kuku panjang dapat mengandung bakteri atau virus penyebab diare. Bahkan meskipun tangan dicuci, bagian bawah kuku sering kali luput dari pembersihan. Akibatnya, kuman bisa ikut tertelan saat makan dan memicu gangguan pencernaan.
2. Cacingan: Telur Cacing Bisa Ikut Masuk ke Tubuh
Bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga bisa terkena cacingan jika kuku panjang tidak dirawat. Tanah, terutama saat berkebun atau bermain dengan hewan, bisa menjadi sumber telur cacing yang kemudian menempel di kuku. Telur ini bisa masuk ke tubuh saat tangan tidak dicuci dengan benar.
3. COVID-19: Virus Bisa Menempel di Kuku
Selama masa pandemi, kita diingatkan untuk rajin mencuci tangan. Tapi jika kukumu panjang, bagian bawahnya bisa menjadi tempat persembunyian virus, termasuk virus Corona. Menyentuh wajah dengan kuku panjang yang tidak bersih berisiko tinggi menyebabkan infeksi.
4. HPV dan Kutil: Virus Tersembunyi di Sela Kuku
Kuku panjang bisa menyimpan virus HPV, penyebab kutil di kulit dan organ intim. Penelitian menunjukkan bahwa virus ini bisa hidup cukup lama di sela-sela kuku, apalagi jika ada luka kecil di sekitar jari. Risiko penularan jadi meningkat, termasuk ke orang lain.
5. Jamur Kuku: Hati-Hati dengan Kuku Akrilik
Penggemar kuku palsu atau kuku akrilik harus ekstra waspada. Jika pemasangannya longgar atau kurang higienis, celah antara kuku asli dan palsu bisa jadi sarang jamur. Kuku bisa berubah warna, rapuh, bahkan berbau tak sedap jika sudah terinfeksi jamur.
Tidak Hanya Risiko Kesehatan
Kuku panjang juga bisa menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas seperti mengetik, memasak, atau memegang benda kecil bisa terasa sulit. Bahkan, kuku yang tajam bisa melukai bayi atau anak kecil secara tidak sengaja.
Perawatan Jadi Kunci Utama
Jika kamu tetap ingin memelihara kuku panjang, pastikan kamu siap untuk membersihkannya dengan benar. Gunakan sikat kuku saat mencuci tangan, hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, dan rutin cek kebersihan kuku secara menyeluruh.
Namun, cara terbaik dan paling praktis tetaplah memotong kuku secara berkala. Kuku pendek lebih mudah dibersihkan dan jauh lebih aman dari risiko penyakit. Jangan lupa untuk mengikir ujung kuku setelah dipotong agar tidak tajam dan tidak melukai kulit.
Kesehatan tetap lebih penting dari sekadar penampilan. Kuku boleh panjang, asal tetap bersih dan aman. Tapi kalau belum yakin bisa merawatnya dengan maksimal, sebaiknya potong saja.(*)
Ikuti KENDARI POS di Google News
Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.