
-- Dishub Tingkatkan Kompetensi SDM
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Layanan manual perlahan mulai ditinggalkan. Digitalisasi sistem pelayanan sudah menjadi hal wajib tak terkecuali Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, Dishub mulai memberlakukan etiketing untuk pembelian tiket di sejumlah pelabuhan.
Tidak hanya membenahi sistem layanan, Dishub Sultra turut mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam menjalankan sistem elektronifikasi termasuk memahami aturan yang berlaku. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) implementasi peraturan perundang-undangan di sektor perhubungan.
Sekretaris Dishub Sultra Imran Husen mengatakan bimtek ini yang diikuti para pemangku kepentingan di sektor transportasi, menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang perhubungan dan regulasi transportasi. Giat ini juga menjadi wadah diskusi dan sosialisasi mengenai aturan yang berlaku.
"Alhamdulillah, hari ini (kemarin) dinas perhubungan melaksanakan bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan di sektor perhubungan. Pada prinsipnya, melalui kegiatan ini, kita bisa memberikan pemahaman kepada petugas dan seluruh jajaran di sektor perhubungan dan transportasi," ujarnya di selasela pelaksanaan Bimtek di Hotel Azizah kemarin.
Dalam bimtek ini, hadir perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk Bank Indonesia, Inspektorat, serta Bank Sultra. fokus utama pembahasan adalah penerapan sistem retribusi online atau e-tiketing dalam pengelolaan pelabuhan ferry. Dengan sistem ini, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor transportasi dapat lebih transparan dan efisien.
"Kalau kita berbicara pengelolaan pelabuhan, kami hanya mengelola pelabuhan ferry, seperti Pelabuhan Kendari-Langara, Torobulu-Tampo, Amolengo- Labuan, dan Wanci. Sementara itu, pelabuhan-pelabuhan Nusantara berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan," jelasnya.
Penerapan sistem e-tiketing sendiri sempat mengalami kendala akibat gangguan jaringan, terutama di daerah yang mengalami blank spot. Namun, dengan kemajuan teknologi, permasalahan tersebut mulai teratasi melalui penggunaan alat Starlink.
"Tadi juga sempat disampaikan bahwa ada kendala seperti gangguan jaringan dalam penerapan e-tiketing. Sebelumnya, blank spot menjadi masalah utama, tetapi sekarang kita sudah menggunakan Starlink yang langsung tersambung ke satelit utama. Ini menjadi solusi untuk memastikan sistem dapat berjalan dengan baik," tambahnya.
Meskipun sistem ini belum sempurna, secara bertahap Dinas Perhubungan telah berupaya melakukan perubahan dari sistem manual ke sistem digital untuk mengurangi potensi kebocoran PAD. Saat ini, sistem e-tiketing telah diterapkan di beberapa pelabuhan, salah satunya di pelabuhan Amolengo-Labuan.
Selain membahas sistem retribusi online, bimtek ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam memahami regulasi yang terus berkembang di sektor perhubungan.(b/iky)