Dr. Herman Mulai Pikirkan Tahapan Pilrek UHO

2 days ago 7

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID --Pucuk pimpinan Universitas Halu Oleo (UHO) kini berada di tangan Dr. Herman, S.H., LL.M. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini, mendapat mandat langsung dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, menggantikan almarhum Prof. Armid.

Tak sampai 24 jam setelah ditunjuk jadi Plt Rektor UHO, Dr. Herman langsung mengajak para wakil rektor dan Ketua Senat untuk bersama mengawal kepemimpinan UHO di masa transisi.

Plt. Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M, menegaskan, dirinya akan menjalankan amanah sebagai pimpinan sementara dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mulai memikirkan tahapan pemilihan ulang Rektor UHO periode 2025-2029 dan memastikan berlangsung bersih, transparan, serta bermartabat.

“Posisi saya masih sebagai Wakil Rektor III, namun saat ini diberi amanah sebagai Plt. Rektor. Tugas utama saya, selain menjalankan rutinitas sesuai kewenangan, adalah menyelenggarakan penjaringan ulang pemilihan rektor. Aturan memberi waktu, paling cepat tiga bulan, paling lama satu tahun untuk proses ini,” ungkap Dr. Herman saat memberikan keterangan pers di lantai 4 Gedung Rektorat UHO, Selasa (26/8/2025). Dalam kesempatan itu, Dr. Herman didampingi para wakil rektor dan Ketua Senat UHO.

Dr. Herman menjelaskan, penunjukan dirinya sebagai Plt. Rektor merupakan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, setelah rapat daring (Zoom) yang digelar pada 24 Agustus malam, bersama pejabat kementerian.

Salah satu pertimbangan penunjukan adalah karena dirinya berkomitmen tidak ikut mencalonkan diri, sehingga terhindar dari konflik kepentingan.

“Salah satu pertimbangan mengapa ditunjuk sebagai Plt Rektor, karena saya berkomitmen untuk tidak ikut untuk mencalonkan rektor nantinya,” jelasnya.

Lanjut Dr Herman, dalam proses penjaringan dan pemilihan rektor nantinha, ia menekankan agar semua calon yang akan maju berkompetisi memakai cara sehat.

“Jangan lagi ada cara-cara kotor, yang hanya akan merugikan universitas. Lebih baik sedikit molor, asalkan aturan jelas, tidak ada celah, dan hasil akhirnya bisa diterima semua pihak,” tegasnya.

Selain pemilihan rektor, UHO juga akan menghadapi Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) yang dijadwalkan berlangsung September 2025 hingga Januari 2026. Herman berharap kedua agenda ini bisa berjalan paralel tanpa saling mengganggu.

“Biarlah mahasiswa dengan pestanya sendiri, dosen dengan pestanya sendiri. Pada Januari nanti, mahasiswa sudah melantik pengurus BEM, dan kita berharap di bulan yang sama rektor baru UHO juga bisa dilantik,” harapnya.

Ketua Senat UHO, Prof. Dr. Jamili, M.Si menyampaikan, pihaknya tidak menghendaki pemilihan ulang rektor yang berlarut-larut. Namun, jika tetap harus dilakukan, Senat meminta agar penataan keanggotaan dilakukan lebih dulu dengan mengacu pada fatwa (keputusan hukum) Kementerian, agar tidak terjadi lagi perdebatan soal keabsahan anggota Senat.

"Sebelumnya ada perbedaan tafsir terkait dosen dengan tugas tambahan. Supaya polemik ini tidak terulang, perlu ada kesepahaman sejak awal, mulai dari tingkat prodi, jurusan, fakultas, hingga universitas,” jelasnya.

Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ida Usman, M.Si, menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah menata ulang organisasi, termasuk keanggotaan Senat Universitas dan Senat Fakultas.

“Setelah penataan ini selesai, barulah kita bisa memulai tahapan pemilihan rektor. Mulai dari pembentukan panitia hingga tahap penyaringan sesuai Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017,” terangnya.

Kemudian, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Santiaji Bande, M.Si, menuturkan, dalam waktu dekat UHO akan menghadapi dua agenda besar, yaitu penyambutan mahasiswa baru dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 31 Agustus hingga 2 September, serta visitasi akreditasi institusi pada 7–9 September.

“Agenda ini membutuhkan energi besar. Setelah selesai, barulah kami fokus pada tahapan pemilihan ulang rektor,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si, menegaskan dua prioritas utama di bidangnya, yakni tindak lanjut kerja sama dengan berbagai institusi luar kampus serta optimalisasi sistem akademik.

"Salah satu kendala adalah sistem informasi. Ke depan, ini akan menjadi prioritas agar pelayanan akademik lebih baik,” imbuhnya. (b/win).(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan