DPR Tunda Rapat & Terapkan WFH Setelah Demo Ricuh di Senayan

17 hours ago 5
Kondisi Gedung DPR yang tampak lengang dan sepi setelah demonstrasi berujung ricuh

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Dua aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kompleks Parlemen Senayan pada tanggal 25 dan 28 Agustus 2025 berujung ricuh. Massa membakar spanduk, kendaraan, dan merusak fasilitas, bahkan mobil berpelat dinas yang diduga milik pejabat atau anggota DPR menjadi sasaran amarah. Meski demikian, anggota DPR tidak terlihat menemui massa aksi, membuat suasana aspirasi yang disampaikan di jalanan terasa tidak berbalas.

Imbas dari demonstrasi tersebut sangat terasa di dalam kompleks DPR. Gedung Nusantara I, II, dan III pada Kamis (28/8/2025) tampak lengang tanpa aktivitas rapat kerja seperti biasanya. Kantor-kantor komisi yang biasanya sibuk kini sepi, dan kantin serta koperasi di kompleks parlemen ditutup. Bahkan, gedung parkir kendaraan pimpinan DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dan tidak terlihat mobil dinas pimpinan.

Menyikapi kondisi ini, Sekretariat Jenderal DPR mengeluarkan surat edaran nomor 2797/SEKJEN/08/2025 yang mengimbau agar seluruh pegawai DPR melaksanakan tugas dari rumah (work from home/WFH) pada 28 Agustus 2025 demi menjaga keselamatan pegawai di tengah aksi unjuk rasa.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni membenarkan kebijakan WFH ini. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan meminta massa aksi menyampaikan aspirasi secara damai tanpa ada pihak yang menunggangi demonstrasi.

Meski sebagian besar rapat kerja ditiadakan, pada hari itu Baleg DPR menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Namun, kehadiran anggota DPR sangat minim, hanya dua orang yang hadir secara fisik. Dilansir dari kompas.com

Fenomena lain yang muncul pasca demo ricuh adalah banyak anggota DPR memakai mobil berpelat sipil atau menyimpan pelat dinas di dalam mobil, guna menghindari amarah massa yang sebelumnya menargetkan kendaraan berpelat dinas anggota dewan. Beberapa anggota DPR seperti Maman Imanulhaq, TB Hasanuddin, dan Irma Suryani Chaniago terlihat menggunakan pelat sipil ketika datang ke kompleks parlemen.

Pimpinan DPD RI GKR Hemas juga terpantau menggunakan mobil dengan pelat khusus DPD yang disimpan di bagasi mobil, bukan terpasang di luar seperti biasa.

Langkah-langkah ini menunjukkan respons DPR terhadap unjuk rasa yang penuh dinamika dan ricuh dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pegawai serta anggota DPR


Ikuti KENDARI POS di Google News

Dapatkan update cepat dan artikel pilihan langsung di beranda Anda.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan