
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Tidak semua keracunan makanan berasal dari makanan basi atau kadaluarsa. Banyak kasus infeksi serius disebabkan oleh bakteri Salmonella, yang kerap bersembunyi di balik daging mentah, telur setengah matang, atau sayuran yang tidak dicuci bersih.
Infeksi yang dikenal sebagai salmonelosis ini menyerang saluran pencernaan manusia dan dapat menyebabkan diare, demam tinggi, hingga nyeri perut yang menyiksa. Bakteri Salmonella bisa masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses manusia atau hewan.
Makanan Sehat Bisa Jadi Sumber Penyakit
Mungkin Anda tidak menyangka, tapi makanan yang tampak sehat bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri Salmonella, terutama jika tidak diolah dengan benar. Dilansir dari Alodokter, beberapa sumber umum kontaminasi antara lain:
- Daging unggas dan sapi yang belum matang sempurna
- Telur mentah, termasuk yang digunakan dalam saus atau adonan kue
- Susu segar atau produk olahan yang tidak dipasteurisasi
- Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih
- Makanan olahan seperti nugget atau sosis yang tidak dipanaskan sempurna
Bakteri ini juga bisa ditularkan dari hewan peliharaan, terutama reptil, anak ayam, atau kura-kura. Bahkan, memeluk atau menyentuh hewan yang tampak sehat pun bisa berisiko menularkan infeksi jika tidak mencuci tangan setelahnya.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala salmonelosis biasanya muncul dalam 12–72 jam setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Gejalanya antara lain:
- Diare
- Demam tinggi
- Kram perut
- Mual dan muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Sakit kepala
Meski sebagian besar gejala mereda dalam 4–7 hari, beberapa orang bisa mengalami diare berkepanjangan dan butuh waktu berminggu-minggu hingga usus pulih total.
Siapa yang Paling Rentan?
Infeksi Salmonella dapat menyerang siapa saja, namun lebih berisiko bagi:
- Anak di bawah 5 tahun
- Lansia di atas 65 tahun
- Ibu hamil
- Penderita penyakit kronis atau autoimun
- Pengguna antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang
Mereka berisiko mengalami komplikasi serius, seperti dehidrasi berat, bakteremia (infeksi masuk ke darah), hingga reaktif arthritis (radang sendi pasca infeksi).
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala berikut:
- Diare lebih dari 3 hari
- Demam di atas 38°C
- Tinja berdarah
- Muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan/minum
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan feses dan darah untuk memastikan infeksi dan memberikan pengobatan sesuai tingkat keparahan. Pada kasus ringan, perawatan rumahan cukup. Namun jika parah, pasien akan dirawat dengan cairan infus dan antibiotik seperti ciprofloxacin.
Cara Mencegah Infeksi Salmonella di Rumah
Infeksi Salmonella sangat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan keamanan pangan di rumah. Berikut langkah-langkah sederhananya:
- Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan
- Hindari konsumsi telur dan daging mentah atau setengah matang
- Pisahkan talenan untuk daging mentah dan sayuran
- Masak semua makanan hingga matang sempurna
- Bersihkan dapur dan peralatan masak secara rutin
- Cuci buah dan sayuran dengan air mengalir
- Jangan menyiapkan makanan saat sedang diare
Kesimpulan:
Infeksi Salmonella adalah penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri dari makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi diare, demam, dan kram perut, serta bisa berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Untuk mencegahnya, penting menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, dan memasak bahan makanan hingga matang sempurna. Deteksi dini dan perawatan tepat dapat mencegah komplikasi serius.(*)