Detik-Detik Prof. Armid Berpulang, Kronologi Lengkap Disampaikan Sang Kakak

5 days ago 13

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Halu Oleo (UHO) dan dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Rektor UHO, Prof. Armid, meninggal dunia pada Sabtu malam (23/8/2025) sekitar pukul 20.08 WITA setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Ismoyo, Kendari.

Kolase Foto : Kakak Prof Armid, Tohir (kiri), dan Prof. Armid (kanan)

Kronologi detik-detik terakhir Prof. Armid disampaikan oleh sang kakak kandung, Tohir, saat ditemui di rumah duka di Jalan RS Jiwa, Lorong Palaka, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Awal Mula Ditemukan Jatuh di Ruang Kerja

Menurut Tohir, kejadian bermula saat istri almarhum, Dr. Fahmiati SSi MSi MSc, tengah menyetrika pakaian Prof. Armid untuk persiapan keberangkatannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Minggu (24/8/2025).

Sebelum masuk ke ruang kerja, Prof. Armid sempat berbincang santai dengan keluarga dan menanyakan soal makanan kepada anaknya yang tinggal di rumah. Setelah itu, ia turun ke ruang kerja.

Tak lama kemudian, Dr. Fahmiati menemukan sang suami sudah dalam posisi jatuh tertelungkup di ruang kerja. Saat itu, Prof. Armid mengalami sesak napas dan nyeri dada, diduga terkena serangan jantung.

Dilarikan ke RS Ismoyo Setelah Magrib

Sekitar pukul 18.10 WITA, Prof. Armid langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ismoyo untuk mendapatkan penanganan darurat.

“Kalau tidak salah jam 6 lewat 10 setelah Magrib dibawa ke rumah sakit,” jelas Tohir dikutip dari tribunsultra.

Setibanya di RS Ismoyo, tim medis langsung melakukan penanganan intensif dibantu sejumlah dokter dari kampus UHO.

Jantung Naik-Turun, Upaya Medis Tak Berhenti

Selama hampir dua jam, Prof. Armid mendapatkan perawatan darurat. Tim medis menggunakan alat picu jantung untuk menstabilkan detak jantungnya yang sempat tidak teratur.

“Pas ditekan jantungnya, dimonitor detaknya. Kadang di tiga puluh, kadang lima belas, terus nol lagi, habis itu naik lagi,” tutur Tohir.

Meski upaya terbaik telah dilakukan, kondisi Prof. Armid terus menurun. Sekitar pukul 20.08 WITA, pihak RS Ismoyo menyatakan bahwa Prof. Armid telah meninggal dunia.

Persiapan Keberangkatan ke IKN yang Tak Kesampaian

Tohir menambahkan, sehari sebelum wafat, Prof. Armid tengah mempersiapkan perjalanan dinas ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sang istri bahkan sempat menyiapkan pakaian keberangkatan almarhum.

“Rencana besoknya almarhum mau ke Kalimantan, istrinya lagi setrika bajunya Prof. Armid,” ujar Tohir. (Kp)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan