
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Indonesia kini tengah mengalami gelombang panas ekstrem di sejumlah kota besar. Suhu udara siang hari melonjak hingga 37°C, membuat masyarakat merasakan hawa yang jauh lebih menyengat dibandingkan biasanya. Di balik rasa gerah yang tak tertahankan, ada risiko kesehatan serius yang mengintai, terutama pada kulit.
Dalam kondisi seperti ini, kulit menjadi organ yang sangat rentan terkena dampak. Mulai dari dehidrasi, iritasi, hingga penyakit kulit serius bisa timbul akibat paparan sinar matahari yang terlalu lama. Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah perlindungan kulit selama cuaca ekstrem.
Langkah Efektif Merawat Kulit di Tengah Gelombang Panas
Berikut beberapa langkah efektif merawat kulit di tengah gelombang panas yang dilansir dari halodoc, diantaranya:
- Perbanyak Konsumsi Air
Kehilangan cairan tubuh meningkat saat cuaca panas, yang berdampak langsung pada kondisi kulit. Kulit yang kekurangan cairan akan terasa kering, gatal, bahkan mengelupas. Solusinya, selain minum air secara rutin, semprot wajah dengan air mineral dan aplikasikan pelembap untuk menjaga kelembapan alami kulit. - Pilih Pakaian yang Bersahabat dengan Cuaca
Gunakan bahan pakaian yang adem dan menyerap keringat seperti katun atau linen. Hindari bahan sintetis yang menyimpan panas. Warna pakaian juga berpengaruh – baju gelap cenderung menyerap panas, sedangkan warna cerah seperti putih atau pastel lebih menyejukkan. - Hindari Paparan Langsung Matahari di Jam Tertentu
Sinar UV paling berbahaya berada pada rentang pukul 11.00–15.00. Selama periode ini, usahakan tetap berada di dalam ruangan atau tempat teduh. Jika harus berada di luar, gunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, atau payung. - Gunakan Sunscreen Secara Rutin
Perlindungan kulit tidak cukup hanya dengan berteduh. Penggunaan sunscreen minimal SPF 30 harus menjadi kebiasaan, bahkan saat cuaca tampak mendung. Tabir surya membantu mencegah kulit terbakar, mengurangi kerusakan akibat sinar UV, serta mencegah penuaan dini.
Bahaya Kulit Akibat Cuaca Panas
Cuaca panas ekstrem dapat memicu berbagai gangguan kulit, antara lain:
- Kulit terasa kasar dan kering
- Muncul ruam merah di area yang terpapar sinar matahari
- Gatal dan perih
- Muncul bintik kecil di area berkeringat (heat rash)
Jika gejala tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kulit yang lebih serius seperti infeksi atau eksim. Pencegahan dini melalui perawatan rutin dan kebiasaan sehat sangat dianjurkan.
Kesimpulan
Di tengah kondisi iklim yang tak menentu, menjaga kesehatan kulit harus menjadi prioritas. Cuaca panas bukan hanya membuat tubuh tidak nyaman, tapi juga membawa ancaman nyata bagi kesehatan kulit. Dengan langkah sederhana namun konsisten, seperti hidrasi, perlindungan terhadap sinar UV, serta pemilihan pakaian yang tepat, risiko kerusakan kulit dapat diminimalkan secara signifikan.(*)