Bunyikan Jari Bikin Lega? Ini Fakta Kesehatannya yang Jarang Diketahui

4 days ago 10
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Banyak dari kita mungkin tak sadar, tapi membunyikan jari menjadi kebiasaan refleks yang terasa memuaskan. Saat stres, gelisah, atau merasa kaku di tangan, suara “krek” dari sendi jari sering kali dianggap sebagai pelepas ketegangan. Namun, apakah kebiasaan ini aman dilakukan? Atau justru menyimpan risiko kesehatan yang selama ini terabaikan?

Apa Sebenarnya yang Terjadi Saat Membunyikan Jari?

Membunyikan jari baik dengan menarik, menekuk, atau memutar sendi menyebabkan tekanan dalam sendi berubah. Hal ini menciptakan ruang yang cukup untuk gas nitrogen dalam cairan sinovial membentuk gelembung, lalu pecah dan menghasilkan suara khas “krek”.

Menurut Harvard Health Publishing, suara tersebut bukan disebabkan oleh tulang yang bergesekan atau sendi yang rusak, melainkan oleh pelepasan gas di dalam cairan pelumas sendi. Sampai di sini, tidak ada yang berbahaya setidaknya secara langsung.

Manfaat atau Cuma Sugesti?

Beberapa orang mengaku merasa lebih lega atau nyaman setelah membunyikan jari. Namun, dokter menyebut efek ini lebih banyak bersifat psikologis atau sugestif. Tidak ada bukti kuat bahwa membunyikan jari bisa meredakan nyeri secara medis. Meski begitu, satu penelitian menunjukkan bahwa rentang gerak sendi memang bisa meningkat sedikit setelah dibunyikan sekitar 5 derajat. Namun, ini tidak cukup signifikan untuk dikategorikan sebagai manfaat fungsional.

Apakah Ada Dampaknya Jika Terlalu Sering?

Dilansir dari alodokter, meski tidak terbukti menyebabkan arthritis seperti yang selama ini diyakini, membunyikan jari terlalu sering tetap bisa menimbulkan efek negatif, terutama jika dilakukan secara paksa atau berlebihan:

  • Kerusakan tendon karena pergerakan sendi yang tidak alami
  • Pembengkakan ringan atau gangguan kemampuan menggenggam dalam jangka panjang
  • Dislokasi sendi, terutama jika dilakukan dengan tekanan besar
  • Nyeri atau pembatasan gerak, jika disertai kondisi medis tertentu seperti radang sendi, bursitis, atau tendinitis

Jika membunyikan jari menimbulkan rasa sakit, bengkak, atau terbatasnya gerak, bisa jadi itu tanda adanya cedera atau kerusakan sendi yang harus diperiksa secara medis.

Kapan Harus Waspada?

Tidak semua bunyi “krek” adalah tanda bahaya. Namun, jika muncul bersamaan dengan rasa nyeri, kemerahan, bengkak, atau kesulitan menggerakkan jari, ini bisa jadi indikasi gangguan yang lebih serius seperti arthritis, trauma sendi, atau bahkan penumpukan kristal asam urat.

Bagi penderita penyakit sendi, bunyi sendi bisa menandakan perubahan struktural, bukan hanya pelepasan gas biasa.

Kesimpulan: Boleh, Tapi Jangan Kebablasan

Membunyikan jari tidak berbahaya jika dilakukan sesekali dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, menjadikannya sebagai kebiasaan kompulsif apalagi sebagai pelampiasan stres bisa memicu cedera kecil yang menumpuk.

Daripada membunyikan jari, lebih baik alihkan stres dengan metode lain seperti peregangan ringan, olahraga, atau teknik pernapasan dalam. Jika kamu merasa sulit berhenti melakukannya, mungkin ini saatnya mengevaluasi pola stres atau ketegangan dalam rutinitas harianmu.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan