
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Dari hutan lebat hingga hutan hujan tropis, kita semua tahu bahwa pepohonan bukan hanya sekadar latar pemandangan. Hutan adalah paru-paru planet, sumber oksigen, penahan longsor, dan penampung air utama. Namun sayangnya, kondisi ini sedang genting akibat praktik penebangan liar yang merajalela di banyak wilayah.
Penebangan liar merusak bukan hanya pohon, tetapi juga ekosistem, keberlangsungan air, hingga kehidupan satwa. Dengan kritik alam menjadi semakin akut, kita perlu bertindak bersama sekarang juga!
Mengatasi Penebangan Liar: Tindakan Bersama yang Mendesak
Dilansir dari kumparan, berikut adalah langkah-langkah penting yang harus diterapkan oleh semua pihak pemerintah dan masyarakat untuk menjaga agar hutan tetap hidup:
- Penyuluhan yang Tegas dan Masif
Ajak masyarakat untuk memahami konsekuensi penebangan liar melalui diskusi dan sosialisasi yang efektif. Desa dan pemerintah daerah perlu menyuarakan pesan ini secara konsisten dan tegas. - Membangun Kembali yang Rusak dengan Reboisasi
Siapa pun yang telah merusak hutan perlu turun tangan memperbaikinya dengan menanam kembali pohon (reboisasi). Ide lainnya termasuk memanfaatkan sumber daya selain kayu dan menjaga kebersihan hutan. - Peran Serta Masyarakat dalam Pengawasan Harian
Tidak cukup hanya dari pihak pengawas. Partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pengawasan bisa menjadi perisai alami terhadap penebangan ilegal. - Perundang-undangan yang Lebih Tegas
UU yang ada harus mengatur dengan jelas tentang jumlah penebangan, prosedur legal penebangan, dan kewajiban reboisasi. Hukum ini tak bisa tidak dipatuhi. - Sanksi Tegas Buat Pelaku
Perlu ada efek jera melalui penalti berat mulai dari denda hingga pidana agar pelaku kejahatan terhadap alam merasa rugi lebih besar dibanding untungnya.
Mengapa Aksi Ini Mendesak?
Kelangsungan hidup planet dan generasi mendatang bergantung pada hutan kita dari pencegahan banjir dan longsor, penyediaan air bersih, hingga pelestarian keanekaragaman hayati. Jika penebangan liar dibiarkan tanpa perlawanan, seluruh fondasi ekologi ini bisa ambles.(*)