
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menggelar Job Fair 2025 yang mengusung tema “Sultra Berjaya, UHO Berdaya, Karir Berkembang” di Sport Center UHO, Selasa (12/8). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi lulusan dan pencari kerja di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjalin koneksi langsung dengan perusahaan ternama, membuka peluang karir generasi muda, sekaligus memperkuat peran UHO sebagai penggerak kemajuan daerah.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., mengatakan bahwa pertama, kegiatan ini patut di apresiasi dan dukung sepenuhnya. “Sejalan dengan tema dan tujuan yang diusung, Job Fair ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan dunia usaha dengan mahasiswa maupun alumni, sehingga mereka dapat membangun koneksi dan memperoleh kesempatan kerja,” terangnya.
Kedua, acara ini juga membuka ruang komunikasi yang baik antara ketua jurusan, program studi, dan pihak industri. “Saya senang sekali karena adanya undangan dari ketua jurusan dan prodi menunjukkan bahwa mereka berupaya mengembangkan kurikulum yang benar-benar berbasis kebutuhan pasar. Dengan begitu, materi perkuliahan dan capaian pembelajaran di kampus akan lebih tepat sasaran dan tidak mubazir, karena sesuai dengan permintaan dunia kerja,” ucapnya.
Ketiga, khusus kepada para alumni, ia mengimbau agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Daripada mengirim lamaran ke berbagai tempat dengan biaya transportasi dan waktu yang tidak sedikit, mereka bisa langsung berinteraksi dengan perusahaan di sini. Ini adalah momen yang sangat efektif untuk mendapatkan informasi, menjalin jaringan, dan bahkan melakukan wawancara langsung di tempat,” harapannya.
Tempat yang sama Kepala UPA Pengembangan Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa (PK2M) UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M., mengungkapkan bahwa Job Fair ini bertujuan membangun sinergi antara UHO dengan mitra kerja, khususnya perusahaan-perusahaan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah dimulai sejak 2023.
“Harapan saya, kedepan acara ini bisa lebih besar dan ramai pesertanya. Tahun ini hanya diikuti 11 perusahaan. Saya sudah sampaikan kepada Ketua Panitia agar fokus membangun kerja sama dengan seluruh perusahaan besar yang beroperasi di Sultra. Meski kantor pusat mereka ada di Jakarta atau kota lain, jika basis operasinya di Sultra, kita akan minta mereka membuka peluang kerja bagi alumni UHO,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Sirjon, kontribusi perusahaan terhadap UHO masih sangat kecil. Sebagai contoh, ada perusahaan besar yang sudah puluhan tahun beroperasi di Sultra, namun hanya memberikan beasiswa untuk sekitar 150 orang mahasiswa.
“Padahal jumlah mahasiswa kita mencapai 38 ribu orang. Karena itu, ke depan kita akan mendorong kerja sama yang lebih luas dan strategis. Saya juga akan berkoordinasi dengan Rektor dan Wakil Rektor III untuk mengundang semua perusahaan yang berafiliasi atau beroperasi di Sultra agar hadir dan menjalin MoU yang bermanfaat,” beber Mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum UHO.
Ia menuturkan bahwa beberapa perusahaan menerapkan standar rekrutmen tertentu, misalnya IPK minimal 3,0 dan keterampilan khusus di bidang digitalisasi. Karena dunia kerja sekarang serba digital, semua jurusan di universitas perlu memastikan mahasiswanya memiliki kompetensi digital yang memadai. “Selain itu, jika dunia kerja mensyaratkan IPK 3,0, maka tidak ada lagi alasan bagi program studi untuk meluluskan mahasiswa dengan IPK di bawah angka tersebut, karena mereka akan sulit bersaing,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa, adapun kuota lowongan pada Job Fair ini tidak dibatasi, dan semua jurusan bisa melamar sesuai prosedur yang ada. “Beberapa perusahaan, seperti sektor keuangan, bahkan membutuhkan karyawan dalam jumlah cukup besar. Namun, yang terpenting adalah lulusan harus memiliki kemampuan literasi dan keterampilan interpersonal yang baik, agar kehadirannya di perusahaan benar-benar memberi nilai tambah,” tutupnya. (win/b).(*)