Bayi Rewel dan Susah BAB? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya di Rumah

4 days ago 12
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Bayi rewel dan tampak kesakitan saat buang air besar? Jangan buru-buru panik, tapi juga jangan dianggap sepele. Susah BAB pada bayi bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan yang perlu penanganan serius.

Setiap bayi memang memiliki pola buang air besar yang berbeda. Namun, ketika bayi hanya BAB dua kali seminggu, menangis setiap kali mengejan, atau bahkan sampai muncul darah di tinja orang tua harus waspada.

Pola BAB Bayi Tidak Selalu Sama

Bayi yang mendapat ASI eksklusif bisa saja BAB hanya sekali seminggu dan itu masih tergolong normal. Tapi, jika frekuensinya sangat sedikit disertai perubahan bentuk tinja misalnya menjadi keras dan kering itu bisa mengarah pada konstipasi (sembelit).

Beberapa tanda umum bayi mengalami susah BAB, antara lain:

  • Frekuensi BAB kurang dari 2 kali seminggu
  • Tinja keras atau berbentuk butiran
  • Bayi tampak kesakitan saat mengejan
  • Terdapat darah di feses atau popok
  • Bayi lebih rewel, mengangkat kaki, atau tampak tidak nyaman

Penyebab Bayi Susah BAB: Tak Cuma Karena Susu Formula

Dilansir dari alodokter, beberapa faktor yang paling sering menjadi penyebab susah BAB pada bayi antara lain:

1. Transisi dari ASI ke Susu Formula

Perubahan ini kadang membuat sistem cerna bayi “kaget”. Beberapa bayi tidak cocok dengan kandungan protein atau bahan lain dalam susu formula tertentu.

2. Mulai Makan Makanan Padat

Saat bayi mulai dikenalkan dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI), sistem cerna perlu beradaptasi. Jika makanan yang diberikan kurang serat, seperti nasi atau roti putih, risiko sembelit bisa meningkat.

3. Kurang Cairan atau Dehidrasi

Bayi yang enggan minum saat demam, tumbuh gigi, atau sariawan bisa mengalami dehidrasi ringan. Ini menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

4. Kondisi Medis Tertentu

Meski lebih jarang, kondisi seperti hipotiroidisme, alergi makanan, atau penyakit Hirschsprung (gangguan saraf pada usus besar) juga bisa membuat bayi mengalami konstipasi kronis.

Solusi Praktis di Rumah

Orang tua bisa mencoba beberapa langkah ini sebelum membawa bayi ke dokter:

1. Pijat Perut Lembut

Gunakan minyak telon dan pijat bagian bawah pusar bayi dengan gerakan melingkar. Ini bisa membantu merangsang pergerakan usus.

2. Gerakkan Kaki Bayi

Lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan kedua kaki bayi untuk merangsang usus.

3. Mandikan dengan Air Hangat

Air hangat membantu tubuh bayi rileks, dan bisa membuat otot-otot di saluran pencernaan bekerja lebih lancar.

4. Perhatikan Asupan Makanan

Untuk bayi yang sudah makan MPASI, pastikan makanan mengandung cukup serat dari buah-buahan, sayur, atau sereal khusus bayi.

5. Cukupi Asupan Cairan

Selain ASI, bayi di atas 6 bulan bisa mulai diberi air putih, jus buah encer, atau kaldu dari makanan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa bayi ke dokter jika sembelit berlangsung lebih dari 2 minggu atau disertai gejala seperti:

  • Muntah terus-menerus
  • Berat badan menurun
  • Demam
  • Luka atau benjolan di anus
  • Tidak ada perbaikan meskipun sudah dilakukan penanganan rumah

Pesan untuk Orang Tua

Perhatikan perubahan kecil pada bayi Anda. BAB bukan cuma soal buang hajat, tapi cerminan kondisi kesehatan saluran cerna. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak jika ada yang mengganggu atau membuat Anda khawatir.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan