Bangkit dari Duka: Cara Sehat Menghadapi Kehilangan Orang Tersayang

1 week ago 6
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Kehilangan orang tercinta bukan hanya soal air mata dan kenangan yang tertinggal. Bagi banyak orang, kehilangan bisa menjadi titik balik hidup meninggalkan luka psikologis yang dalam dan membentuk trauma berkepanjangan jika tidak dihadapi dengan tepat.

Saat seseorang pergi untuk selamanya, yang tertinggal bukan hanya kekosongan fisik, tapi juga beban emosional yang menghimpit. Bahkan, duka semacam ini kerap menjadi awal dari berbagai masalah kesehatan mental yang diam-diam menggerogoti kualitas hidup.

Duka yang Tak Cuma Menangis: Ini Dampaknya

Tidak semua luka terlihat. Kesedihan karena kehilangan bisa berdampak lebih jauh dari yang disadari. Beberapa efek yang sering muncul antara lain:

  • Perubahan perilaku drastis, seperti menarik diri, menjadi pendiam, atau sebaliknya, mencari pelarian dalam kebiasaan merusak.
  • Penurunan kondisi fisik, karena gangguan tidur, hilangnya nafsu makan, hingga melemahnya sistem imun.
  • Gejala depresi, yang muncul perlahan tapi terus mengakar, membuat seseorang merasa tidak lagi punya semangat hidup.

“Kesedihan yang tidak diolah bisa berkembang menjadi trauma psikologis yang serius,” ujar dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa, dokter umum yang juga mendalami isu kesehatan mental. Ia menekankan pentingnya mengenali sinyal dini agar proses berduka tidak berubah menjadi jerat emosional.

Pelan-Pelan Pulih: Strategi Menghadapi Trauma Kehilangan

Setiap orang punya cara dan waktunya sendiri untuk pulih dari kehilangan. Namun, ada beberapa langkah yang terbukti dapat membantu mempercepat proses pemulihan emosional yang dilansir dari Hellosehat, diantaranya:

1. Terima bahwa kesedihan itu wajar

Tidak perlu merasa bersalah karena bersedih. Emosi seperti marah, sedih, atau kehilangan arah adalah bagian dari proses. Mengakui perasaan adalah awal dari pemulihan.

2. Ekspresikan kesedihan dengan cara positif

Menulis, menggambar, menyanyi, atau bahkan berkebun bisa menjadi sarana pelepasan emosi. Aktivitas kreatif dapat mengalihkan fokus sekaligus menyembuhkan perlahan.

3. Bangun kembali koneksi sosial

Jangan memendam semuanya sendiri. Ceritakan perasaan Anda pada orang terdekat atau bergabung dengan komunitas dukungan (support group). Kadang, mendengar cerita orang lain bisa menenangkan hati yang luka.

4. Ciptakan rutinitas baru yang memberi harapan

Melakukan kegiatan menyenangkan seperti traveling, olahraga, atau mencoba hobi baru bisa memberi harapan baru. Ini bukan tentang melupakan, tapi belajar hidup berdampingan dengan kehilangan.

5. Perdalam nilai spiritual

Bagi banyak orang, mendekatkan diri pada Tuhan memberi kekuatan emosional luar biasa. Meditasi, doa, atau aktivitas religius bisa memberikan rasa damai dan menerima kenyataan.

6. Konsultasi profesional bila perlu

Jika kesedihan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau psikiater. Bantuan profesional bukan tanda lemah, melainkan langkah berani untuk sembuh.

Harapan Itu Masih Ada

Trauma karena kehilangan memang tak bisa diselesaikan dalam semalam. Namun, Anda tidak sendiri. Ada jalan untuk bangkit, walau perlahan. Setiap air mata yang jatuh adalah bagian dari proses penyembuhan, dan waktu akan membantu mengubah luka menjadi kekuatan.

Seperti kata pepatah, “Kehilangan tidak akan pernah mudah, tapi dari sanalah kita belajar mencintai hidup dengan lebih utuh.”(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan