Asap Rokok, Pembunuh Senyap yang Mengintai di Setiap Tarikan

2 weeks ago 15
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Tidak semua bahaya datang dengan suara bising. Asap rokok adalah salah satunya diam, tak terlihat ancamannya secara langsung, namun perlahan merusak tubuh. Bagi sebagian orang, merokok mungkin terasa seperti rutinitas atau pelarian. Namun, di balik setiap tarikan napas dari sebatang rokok, terdapat ancaman serius yang mengintai.

Penelitian menunjukkan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk karbon monoksida, benzena, amonia, tar, dan nikotin. Tar dikenal bersifat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker, sementara nikotin memicu kecanduan yang membuat perokok sulit berhenti.

Bahaya ini tidak hanya menyerang perokok aktif. Orang-orang di sekitar mereka dikenal sebagai perokok pasif menghirup racun yang sama tanpa pernah menyalakan rokok. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Pada ibu hamil, paparan asap rokok dapat memicu keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah. Pada anak-anak, risikonya meliputi asma, bronkitis, pneumonia, alergi, bahkan gangguan tumbuh kembang.

Dilansir dari alodokter, efek jangka panjang asap rokok pun tidak main-main. Penyakit jantung, stroke, kanker paru, hingga gangguan kesuburan menjadi daftar ancaman yang siap menyerang kapan saja. Bahkan, kesehatan gigi, mulut, dan tulang pun tidak luput dari dampaknya.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat, sebagian perokok mulai mencari jalan keluar. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan angka keberhasilan berhenti merokok meningkat dari 6,3% pada 2009 menjadi 7,5% pada 2018. Meski angka ini belum besar, tren positif ini menunjukkan bahwa upaya edukasi dan kampanye kesehatan mulai membuahkan hasil.

Selain itu, perkembangan teknologi menghadirkan produk tembakau alternatif seperti vape dan tembakau yang dipanaskan. Produk ini tidak melalui proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan asap, melainkan aerosol. Beberapa studi independen menemukan bahwa aerosol mengandung kadar zat berbahaya yang lebih rendah dibandingkan asap rokok. Meski dinilai memiliki risiko lebih rendah, para pakar tetap menegaskan bahwa pilihan terbaik adalah berhenti merokok sepenuhnya.

Bagi mereka yang ingin berhenti merokok, langkah pertama adalah membangun tekad kuat. Singkirkan semua perlengkapan rokok, hindari area merokok, dan alihkan keinginan dengan aktivitas positif seperti olahraga atau hobi baru. Dukungan keluarga dan teman juga sangat penting. Jika perlu, konsultasikan ke psikolog atau gunakan terapi pengganti nikotin seperti koyo, permen karet, atau kantong nikotin.

Bahaya asap rokok bukanlah ancaman yang bisa diabaikan. Semakin cepat seseorang mengambil langkah untuk berhenti atau setidaknya mengurangi paparan, semakin besar peluang untuk memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan