Aroma Korupsi Pembangunan Kampus AKKP di Wakatobi, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan Diperiksa

1 week ago 9

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID-Kondisi konstruksi gedung perkuliahan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) yang dibangun tahun 2015 lalu kian memprihatinkan. Mayoritas tembok hancur, plafon ambrul, dan ilalang mengelilingi gedung yang kini tak bisa dipakai sebagaimana mestinya.

Aroma penyalahgunaan anggaran pada proyek senilai Rp 7,5 miliar yang melekat di Kementerian Kelautan dan Perikanan telah terdeteksi jajaran jaksa di Kejari Wakatobi. Kemarin (20/8), korps adhyaksa memeriksa Romi dan Nyoman, pejabat asal Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kejari Kendari. Keduanya dianggap punya peran dan pengetahuan terhadap proyek yang diperkirakan jaksa menyebabkan kerugian negara sesear Rp 4 miliar.

Usai diperiksa, Nyoman enggan berkomentar tentang kehadirannya di Kejari. Ia memilih bungkam. Sikap serupa juga ditunjukkan Romi. Ia menolak menjawab ketika dikonfirmasi bagaimana proses pemeriksaan perkara gedung kuliah AKKP.

“Saya belum bisa berbicara,” ujarnya sambil meninggalkan awak media.

Sementara itu, Jaksa Penyidik Kejari Wakatobi, Erik, SH, membenarkan bila dua ASN dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diperiksa terkait proyek pembangunan AKKP di Wakatobi. Namun Erik belum mau menjelaskan secara detail bagaimana duduk parkara kasus itu.

“Nanti aja, kami akan sampaikan ketika tiba waktunya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Intel Kejari Wakatobi, Deni Mulyawan SH, mengatakan pembangunan AKKP dilakukan perusahaan berbendera PT MNIS sejak Juli 2015 dengan target penyelesaian pada Desember 2015. 

Ia mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan, salah satu item proyek   tersebut yaitu gedung asrama kini tak lagi   dapat dipergunakan sejak 2021.

Padahal   gedungnya baru diresmikan pada tahun 2016. Pihaknya memprediksi kasus     itu menyebabkan kerugian negara senilai   Rp 4 miliar. Namun jaksa masih menunggu     perhitungan yang dilakukan lembaga auditor negara. (dan)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan