
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Sama seperti manusia, anjing juga bisa mengalami stres. Kondisi ini sering kali muncul akibat perubahan lingkungan, rasa takut, hingga kebosanan. Sayangnya, tidak semua pemilik hewan sadar akan tanda-tandanya.
Menurut American Kennel Club, ada sejumlah perilaku yang bisa menjadi sinyal bahwa anjing sedang mengalami tekanan. Mulai dari menggeram, memperlihatkan bagian putih matanya (mata paus), hingga mondar-mandir tanpa henti.
“Pemilik anjing sebaiknya memahami bahwa perubahan sikap peliharaannya bukan sekadar nakal atau manja, melainkan bisa jadi tanda stres,” tulis laman Blue Cross.
Dilansir dari hellosehat, berikut beberapa tanda anjing mengalami stres, diantaranya:
- Menggonggong berlebihan. Bisa jadi indikasi anjing merasa terancam.
- Memalingkan wajah. Isyarat bahwa mereka berusaha menghindari sesuatu.
- Menggeram. Bukan hanya tanda marah, tetapi juga bisa menandakan rasa tidak nyaman.
- Mata paus. Saat bagian putih mata terlihat jelas, anjing sebenarnya sedang waspada terhadap ancaman.
- Mondar-mandir. Jika terus-menerus, bisa jadi tanda kecemasan, bahkan demensia pada anjing tua.
Penyebab Anjing Stres
Berdasarkan penjelasan Blue Cross, stres pada anjing dapat dipicu oleh rasa bosan, frustasi, kecemasan, hingga perubahan rutinitas. Selain itu, perintah yang tidak konsisten, tatapan mata terlalu intens, dan hukuman yang berlebihan juga bisa memperparah kondisi ini.
Cara Menenangkan Anjing
Pemilik bisa membantu mengurangi stres anjing dengan beberapa cara sederhana, seperti:
- Membangun kepercayaan diri lewat rutinitas yang konsisten.
- Tetap tenang dan tidak ikut panik saat anjing cemas.
- Memberi mainan atau aktivitas saat ditinggal sendirian.
- Menyediakan tempat istirahat yang nyaman.
- Mengajak bermain permainan yang melatih fokus, bukan sekadar fisik.
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut dan memberikan penanganan yang tepat, anjing akan lebih mudah merasa aman serta terhindar dari stres berkepanjangan.(*)