Andap Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

1 month ago 36

--Pj Gubernur Sidak Pasar, Gudang Bulog, Gudang Distributor dan Ritel Modern

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Masa purna tugas Andap Budhi Revianto sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sultra tinggal menghitung hari. Kendati masa tugasnya segera berakhir, tak membuat Pj Gubernur Andap berleha-leha. Ia justru semakin menunjukkan kinerjanya di penghujung masa tugasnya. Menjelang bulan suci Ramadan, Pj Gubernur Andap memastikan harga pangan tetap stabil. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Mandonga, gudang Bulog, gudang distributor dan ritel modern, Kamis (13/2/2025).

Pj Gubernur Andap turun lapangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sultra guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga yang sering terjadi menjelang bulan suci Ramadan, mengingat permintaan masyarakat terhadap komoditas cenderung meningkat, seperti beras, minyak goreng, daging, gula, dan lainnya.

Dalam sidaknya, Pj Gubernur Andap menegaskan stok bahan pangan terpenuhi. Harga-harga kebutuhan pokok masih terbilang stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET). Ia menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan pasokan dan menghindari spekulasi harga.

"Alhamdulillah sejauh ini bahan pangan aman, tersedia dan harganya relatif stabil. Kami akan tetap turun langsung bersama Forkopimda dan TPID untuk memastikan harga tetap stabil. Ini adalah bentuk komitmen kami agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga," ujar Pj Gubernur Andap disela-sela sidak pasar.

Meski harga stabil, Pj Gubernur Andap mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak membeli bahan pangan dan tidak berlebihan, tidak terjadi spekulasi yang justru memicu kenaikan harga. "Kami akan terus memantau pasar secara intensif menjelang Ramadan. Semoga harga tetap terkendali dan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan nyaman," ungkapnya.

Ia menjelaskan skenario sidak dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari pasar hingga ke penyedia barang. Jika terjadi inflasi, pemerintah akan memantau komoditas yang mengalami gejolak harga untuk memastikan kesesuaiannya dengan HET yang telah ditetapkan.

"Menjelang Ramadan, permintaan pasar akan meningkat. Oleh karena itu, kita mengecek ketersediaan bahan pokok karena faktor distribusi, pengendalian, serta komunikasi dapat mempengaruhi harga," papar Pj Gubernur Andap.

Berdasarkan pengecekan di gudang Bulog, stok beras di Sultra saat ini mencapai 17.270.000 ton dan diperkirakan akan mencukupi kebutuhan hingga 5 bulan ke depan.
Pj Gubernur Andap menyebutkan panen raya yang akan datang diprediksi akan menambah pasokan beras sebanyak 17.000 ton. Selain beras, stok gula dan minyak goreng juga tercatat mencukupi hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 2025.

"Stok pangan lainnya seperti gula dan minyak goreng juga terpantau cukup. Kami berharap dengan adanya stok yang aman, harga-harga tetap stabil dan tidak ada spekulasi harga menjelang Ramadan," jelas Pj Gubernur Andap.

Selain memantau harga, Pj Gubernur Andap juga memantau kelancaran distribusi barang dan ketersediaan stok di pasar. Ia meminta semua pemangku kepentingan, termasuk distributor dan pedagang, agar tidak melakukan penimbunan yang bisa menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.

Mantan Kapolda Sultra itu mengapresiasi kinerja TPID, sinergisitas TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi di daerah. Menurut Pj Gubernur Andap, saat pertama kali menjabat, inflasi Sultra berada pada posisi tertinggi kedua secara nasional. Namun, berkat kerja sama berbagai pihak, inflasi kini mulai terkendali, bahkan menunjukkan tren deflasi.

"Saat saya masuk, inflasi Sultra termasuk yang tertinggi di Indonesia. Namun, kini kita telah berhasil menurunkannya. Target inflasi yang dicanangkan telah tercapai. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak, termasuk masyarakat," ungkap Pj Gubernur Andap.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, La Ode Fitrah Arsyad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog dan distributor guna menjaga ketersediaan bahan pokok.

Fitrah Arsyad juga menegaskan akan memperketat pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. "Kami akan memperketat pemantauan distribusi agar tidak ada penimbunan yang bisa menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga," ujarnya.

Di pasar tradisional Kendari, sejumlah pedagang mengakui adanya sedikit kenaikan harga dalam sebulan terakhir. Johra, salah satu pedagang di pasar Mandonga mengatakan sekira 90 persen dagangannya berasal dari Sulawesi Selatan. Saat ini ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami sedikit kenaikan tapi ada juga turun.

"Harga cabai rawit naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Cabai besar juga naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu. Cabai keriting kini Rp35 ribu, sebelumnya Rp25 ribu. Sementara bawang putih naik dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu. Tapi, ada juga yang turun, seperti bawang merah yang kini Rp40 ribu dari sebelumnya Rp45 ribu," ujar Johra.

Meskipun ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, pemerintah memastikan bahwa angka tersebut masih dalam batas wajar dan tetap di bawah HET yang telah ditetapkan. (rah/b)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan