Senangnya Anak-anak TBM dengan Teknologi Pengenal Suara, Revolusi dalam Berinteraksi Sehari-hari

1 day ago 6

SHNet, Jakarta – Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan kita sehari hari. Digitalisasi telah mentransformasi cara kita dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Pemahaman akan penggunaan teknologi dan alat-alat elektronik pendukungnya dalam berinteraksi adalah suatu hal penting yang tidak lagi dapat diabaikan.

Setidaknya hal tersebut yang mendorong kegiatan yang dilangsungkan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita (Bukdur) hari Sabtu, 10 Januari 2026 lalu. Dengan berbekal beberapa gadget pendukung diantaranya Bebek Pintar, Google Nest Mini serta Mechahead Iron Man Helmet, Lions Club Jakarta Wardaya 70 dan Leo Jakarta Kharisma mengisi acara mingguan kepada sekitar 40 anak-anak di Taman Bacaan (TBM) Bukit Duri Bercerita, tentang penggunaan alat dan teknologi pengenal suara.

Acara malam Minggu  di  akhir pekan  itu dimulai dengan demo pengunaan dari masing-masing alat tersebut oleh Jonathan, Presiden dari Leo Club Jakarta Kharisma, anak-anak dibuat terkesima dengan bagaimana masing-masing dari alat tersebut bereaksi dan berfungsi mengikuti instruksi demi instruksi yang disampaikan secara verbal.

“Di era serba teknologi seperti saat ini, pemahaman akan teknologi pengenal suara adalah suatu hal penting untuk kita pelajari sekarang dan ke depannya,” ucap Ricky, Presiden dari Lions Club Jakarta Wardaya 70.

“Teknologi telah merevolusionisasi cara dan gaya hidup kita. Dengan perkembangan Artificial Intelligence, hidup kita telah banyak dimudahkan dengan teknologi pengenal suara. Pemanfaatannya (teknologi pengenal suara) lambat laun akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita” tambahnya.

Dua remaja dari Leo Jakarta Kharisma  kemudian memberikan bimbingan dan juga pengenalan perangkat yang bagi anak-anak cukup menakjubkan. Selanjutnya anak-anak secara bergantian diberikan peluang untuk mencoba memberikan instruksi secara verbal. Tepuk tangan riuh pecah mengiringi setiap keberhasilan percobaan yang dilakukan. Memang tidak semua percobaan itu berjalan mulus. Seringkali gadget tidak bereaksi walau sudah berkali-kali instruksi tersebut diucapkan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa dibalik kecanggihan teknologi, hal tersebut tidak lepas dari tata bahasa, cara pelafalan serta struktur bahasa yang tepat untuk memastikan gadget tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.,” kata Jonathan.

Presiden dari Lions Club Jakarta Wardaya 70, Pak Ricky sedang mempergakan bebek pintar yang bisa mengikuti perintah

Interaksi dengan Perangkat Canggih

Di kesempatan yang sama, anak-anak pun belajar mengucapkan dan menyampaikan instruksi-instruksi tersebut dalam beberapa bahasa. Karena selain Bahasa Indonesia, ada gadget yang diperlengkapi dan dapat mengenali instruksi dalam bahasa asing yakni Bahasa Inggris dan bahkan Bahasa Mandarin. Secara perlahan dan berulang, Jonathan mencontohkan bagaimana cara pelafalan dan pengucapan setiap kosa kata bahasa asing tersebut dan merangkainya menjadi sebuah kalimat instruksi yang dapat dikenali oleh masing-masing alat tersebut. Sungguh, sebuah tantangan dan pengalaman yang menarik bagi anak-anak.

Selepas demo dan percobaan terhadap gadget-gadget tersebut, anak-anak pun kemudian dijelaskan tentang teknologi dibalik alat pengenal suara tersebut. Ricky menyampaikan secara singkat bagaimana cara kerja teknologi pengenal suara serta tantangan-tantangan yang ada dalam pemanfaatan dan penggunaan alat-alat tersebut. Anak-anak pun terlihat sangat antusias dalam mendengarkan dan mencoba untuk memahami penjelasan yang disampaikan.

Di akhiri dengan kuis yang berisi pertanyaan tentang pemahaman atas teknologi pengenal suara tersebut, anak-anak pulang dengan pengalaman dan pengetahuan yang baru.

Fotobersama usai kegiatan yang menggembirakan

Sangat Kekinian

Sementara itu pendiri sekaligus pengelola TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih yang biasa disapa anak-anak Kak Ning-Nong mengatakan, apa yang diperkenalkan oleh Lions Club Jakarta Wardaya 70 dan Leo Jakarta Kharisma berupa perangkat yang  canggih, sangat related dengan anak-anak. Sehingga antusiasme anak-anak sangat terlihat di kegiatan ini.

“Saya menyebutnya ini kekinian, sebab anak-anak sangat akrab, dan baru tahu bagaimana perangkat itu berinteraksi. Jadi, di era teknologi saat ini, kegiatan mengenalkan teknologi pengenal suara sangat pas,” ujar Kak Ning-Nong.

Lebih lanjut dikatakan  Kak Ning-Nong, kegiatan di TBM Bukit Duri Bercerita kini semakin beragam, karena bberapa relawan yang memberikan materi pelajaran dan pengetahuan, juga beragam latar belakangnya. Intinya, anak-anak selain mendapatan sosialisasi membaca-menulis yang memang menjadi agenda utama, tapi banyak selingan pengetahuan dari para relawan yang sangat bermanfaat.

“Terima kasih khususnya buat relawan dari Lions Club Jakarta Wardaya 70 dan Leo Jakarta Kharisma yang sebelumnya pernha datang dan mengisi materi di TBM Bukit Duri Bercerita,” ucap Kak Ning-Nong. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan