SHNet, Jakarta- Pendiri dan Direktur Utama (CEO) PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery), Kresna Adiprawira membagi pengalaman membangun usaha dan tips menempuh studi di luar negeri kepada adik kelas XII dalam rangkaian acara Edufair di Sasana Krida SMAN 8 Jakarta, Kamis, (08/01/2026). Kresna yang alumni SMAN 8 tahun 1995 didampingi alumni SMAN 8 yang tengah menyelaikan tugas akhir di ITB, Alya.
Selain Kresna, di sesi kedua tampil CEO Schoters, Radyum Ikono yang juga berbagi pengalaman dan tips kuliah di luar negeri, serta bagaimana merintis usaha agar berhasil setelah kuliah. Radyum juga alumni SMAN 8 tahun 2006 ini menurunkan 6 konsultannya untuk memberikan konsultasi gratis kepada siswa yang ingin belajar ke luar negeri.
Edufair SMAN 8 Jakarta berlangsung sejak Desember dan Januari ini pun akan berlanjut dengan menampilkan perwakilan perguruan tinggi negeri yang menajdi incaran para siswa SMAN 8 Jakarta, mulai dari UI, ITB, Unpad, UGM, Unibraw, Airlangga, dan sebagainya. Sebelum sesi tentang studi di luar negeri, beberapa perguruan tinggi kedinasan dan vokasi, memberikan informasi kuliah di kampus mereka. Sesi ini berlangsung di setiap kelas.
CEO Schoters, Radyum Ikono, juga memberikan tips dan trik belajar di luar negeriKepala SekolahSMAN 8 Jakarta, Ubaidillah yang memberi smabutan singkat mengatakan, peran luni sangat besar sekali dalam ikut menjaga dan meningkatkan prestasi SMAN 8 Jakarta. “Hari ini kita lihat, alumni yang sudahberhasil mau datang dan berbagi pengalaman baik saat kuliah maun saat membangun usaha, jadi para siswa harus memanfaatkan kegiatan sangat positif ini,” katanya.
Bagi Kresna, SMAN 8 Jakarta bukan hanya menjadi tempat belajar menempa diri, tapi proses pematangan dan menjalin persahabatan dengan rekan sesama alumni, manfaatnya terasa sekali hingga kini. “Tapi, ketika kembali ke sekolah dan harus bicara dnegan adik-adik kelas, saya malah agak grongi. Ini serius lho, mungkin karena banyak bapak dan ibu guru dan juga orang tua siswa. Malah kalo bisacara di forum kalangan pengusaha atau institusi lain, salah tak masalah,” aku Kresna.
Buat Bangga Orang Tua
Tidak mudah bagi Kresna untuk menyesuaikan diri dan akhirnya menyelesaikan kuliah di bidang Finance dari Universitas Arizona State, Amerika Serikat (1999). Semua pengalaman yang unik dan menarik saat menapaki studi di AS diceritakan kepada adik-adik kelas XII.
“Masalah budaya pertama harus kita pahami, karena beda antara Indonesia dan AS, lalu bagaiman memotivasi diri agar terus semangat, mencari pengalaman kerja melalui magang yang kita sukai, dan terakhir jangan buat malu pada orang tua, artinya kita harus lulus kuliah,” papar Kresna.
Jangan memalukan orang tua ditekankan benar oleh Kresna. Masalahnya, kedua orang tuanya, khususnya sang ibu, begitu susah payah mengumpulkan uang dan menabung untuk biaya studinya. “Ibu sampai jual rumah lho ketika saya akan lulus. Demi kelancaran studi, apalagi saat itu di Indonesia tengah bergolak gerakan reformasi 1989-199,” kenangnya.
Peran orang tua ini diungkapkan Kresna. Ayahnya pernah dikirim studi ke Rusia dan sang Ibu yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa punya keinginan agar sang ptra juga bisa kuliah di luar negeri. Jadi Ibulah yang mendorongnya untuk kuliah di luar negeri. “Pilihan ke AS semata karena di awal 1990-an dan hingga kini, Amerika Serikat merupakan contoh negara maju dan bila kita kuliah di sana, ibu berharap saya pun mencapai kemajuan,”ujarnya.
Kresna mengaku agak nervous biacara di SMAN 8, “Mungkin karena banyak guru dan ortu, ya?” katanyaRambah Pasar Global
Kresna yang kini menetap di Malaysia dalam rangka mengembangkan sayap bisnisnya di tingkat global, juga menceritakan bagaimana dia mulai berkarir dalam bidang IT meski latar belakang kuliahnya ekonomi. “Saat magang di kampus dan menangani soal IT menjadi dasar bagi Silicon Valley menerima saya, maklum saat itu belum banyak orang yang menekuni bidang ini, jadi saat itu mungkin lebih mudah ya. Saya beruntung bisa belajar banyak di pusat IT dunia itu,” katanya.
Sekarang lanjut Kresna, dengan berkembangnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, mau tidak mau kita harus mendalami soal ini karena kegunaan dan dampaknya semakin luas bagi kehidupan manusia. “Tuntutan generasi muda semakin besar, tapi peluang pun tak kalah besar. Jadi tetap belajar dan tekuni bidang yang kalian suka,” katanya sambil memberi tips, bekerja di perusahaan kecil setelah lulus, tetap membawa manfaat karena kita bisa langsung berdisikusi dengan pimpinan dan suatu saat, perusahaan skala kecil itu bisa jadi mitra ketika kita membangun perusahaan.
Kresna mengatakan, layanan cloud Elitery terdiri dari perencanaan, migrasi, hingga pengoperasian sistem perusahaan. Tidak hanya itu, Elitery juga membangun berbagai solusi inovatif yang menggunakan teknologi cloud. Antara lain, solusi Disaster Recovery as a Service (DraaS), cyber security, healthcare tech, chatbot, Internet of Things (IoT) yang memiliki kemampuan kecerdasan buatan (AI), dan machine learning.
Elitery mencetak prestasi dan diakui Google Cloud sebagai Public Sector Partner of the Year 2023 untuk wilayah Asia Pasifik
Seperti diketahui, sejak pertengahan tahun 2025, PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery), secara resmi mengumumkan ekspansi bisnisnya ke Malaysia melalui pendirian entitas baru bernama Elitery Global Technology Sdn Bhd. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan global Elitery untuk memperkuat daya saing dan ketahanan bisnis di tengah kondisi industri yang dinamis.
Sebagai langkah awal, Elitery Global Technology Sdn Bhd menjalin kemitraan strategis dengan Iloken System Sdn Bhd. Yakni, perusahaan teknologi asal Malaysia yang memiliki pengalaman dan portofolio kuat di sektor digital dan sistem integrasi.
“Ekspansi ke Malaysia ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau pasar regional dan mempercepat pertumbuhan global. Karena itu saya selama 3 minggu di Malaysia dan seminggu di Indonesia,” ungkap Kresna. (sur)


















































