SHNet, Jakarta-Para pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini bisa merasakan kemudahan untuk memasarkan produk-produk mereka setelah pencantuman label halal. Omset yang dihasilkan juga mengalami peningkatan sebesar 50-70 persen.
Ikamiawati Drajat, Ketua UMKM Sagala, menuturkan dengan pencantuman label halal pada kemasan produk, para pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi bisa memperluas pangsa pasar mereka. Menurutnya, setelah memiliki label halal ini, produk-produk dari pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sukabumi mulai dilirik hingga dari luar daerah Sukabumi. “Pemesanan dari luar daerah menjadi banyak dengan adanya label halal ini dan lebih gampang memasarkannya,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, produk-produk UMKM dari Kabupaten Sukabumi sudah bisa ikut dalam pameran-pameran yang diadakan Kementerian dan pameran-pameran lainnya. “Bahkan, produk-produk kami juga sudah bisa masuk ke toko oleh-oleh dan minimarket yang mewajibkan label halal ini sebagai persyaratannya,” tukasnya
Dia menuturkan adanya pendampingan dari Danone AQUA Mekarsari Sukabumi yang membantu para pelaku UMKM dalam mendapatkan label halal ini secara gratis. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM ini juga dibantu agar bisa lulus kurasi saat masuk ke minimarket-minimarket. “AQUA sangat ketat dengan masalah hygienis dan kualitas produk. Mereka sangat menuntut para pelaku UMKM untuk melakukannya. Untuk memasukkan produk ke kemasan saja, kita diwajibkan menggunakan sarung tangan. Itulah yang membuat produk-produk kami juga sangat dipercaya sehingga mempermudah kami untuk masuk ke mana-mana termasuk Bandara,” katanya.
Pelaku UMKM lainnya, Wennie Aprianie, juga merasakan adanya peningkatan omset dari usahanya setelah produknya dilabeli halal. “Label halal dari bantuan AQUA sangat bermanfaat sekali dan luar biasa membantu pemasaran produk UMKM saya. Selama ini saya memiliki kesulitan untuk memperluas pemasaran karena selalu yang ditanyai itu adalah label halalnya ada atau tidak,” ungkapnya.
Tidak hanya membantu legalitas halal saja, Wennie mengutarakan AQUA Mekarsari juga memberikan bantuan peralatan operasional dan melakukan pembinaan. “Alhamdulillah, dengan adanya pembinaan dari AQUA Mekarsari ini dan fasilitas program yang banyak, termasuk saya mendapat bantuan peralatan produksi, usaha saya bisa berkembang. Apalagi, AQUA juga sangat peduli terhadap kualitas produk dan kemasan yang saya gunakan,” tukasnya.
Dengan label halal ini, dia mengakui kini bisa memperluas pemasaran hingga ke luar daerah dan minimarket-minimarket. Selain itu, menurutnya, produk-produk mereka juga sudah banyak masuk ke dinas-dinas pemerintahan daerah Sukabumi dan bahkan sampai ke luar daerah. Bahkan, lanjutnya, AQUA juga ikut membantu memperkenalkan produk-produk UMKM-nya pada setiap ada acara atau jika ada para tamu yang berkunjung ke pabrik.
Dia menuturkan omset yang berhasil diraihnya setelah produknya dilengkapi label halal ini pun meningkat menjadi 50-70 persen dari sebelumnya. “Produk-produk saya juga sudah dipasarkan ke Jawa dan Kalimantan. Bahkan, ada yang membawanya sampai ke Jepang,” ungkapnya.
Sukses yang sama juga dialami pelaku UMKM, Iis Aisa. Dia juga merasakan perkembangan usahanya sejak adanya label halal pada produk-produk UMKM-nya. “Saya tidak mengira usaha saya bisa berkembang sesudah mendapatkan label halal. Alhamdulillah, setelah ada label halal itu membuat konsumen percaya terhadap produk-produk saya. Pemasaran kita sekarang bahkan sudah sampai ke Jawa dan Kalimantan. Bahkan ada yang membawa hingga ke Singapura,” ungkapnya.
Dia juga mengaku AQUA ikut membantunya dalam penggunaan kemasan yang baik dan berkualitas. “Ini juga membuat produk-produk saya bisa lebih mudah masuk ke minimarket-minimarket dan ke dinas-dinas pemerintah. AQUA juga sering menggunakan produk kita kalau ada tamu-tamunya yang berkunjung,” ujarnya.
Dengan adanya label halal ini, dia mengaku dari 7 produk UMKM-nya saat ini bisa meraup omset sebesar Rp 10 juta perbulannya dari sebelumnya yang hanya Rp 500 ribu.
Pelaku usaha lainnya, Ati Suheni, juga ikut merasakan hal yang sama setelah memperoleh label halal ini. Dari 10 produk yang dijualnya, saat ini dia berhasil meraih kenaikan omset penjualan sebesar 50 persen. Sebelum ada label halal ini, dia mengaku tidak percaya diri saat menjual produk UMKM-nya. “Tapi, setelah ada label halal, saya mulai percaya diri untuk memasarkan kemana-mana dari sebelumnya hanya di lingkungan rumah saja. Apalagi dibantu AQUA agar bisa memenuhi kurasi untuk masuk ke minimarket, termasuk bantuan alat-alat kerja dan packaging,” ucapnya.
Kini, produk-produk UMKM Ati sudah merambah hingga ke Pulau Jawa dan luar Jawa serta ke minimarket-minimarket. “Setiap ada acara, AQUA juga menjamu tamu-tamunya dengan produk-produk UMKM kita. Saya dari nol didampingi untuk label halal ini sehingga sangat membantu dalam mengembangkan pemasarannya,” katanya.
Dalam kunjungannya ke pabrik AQUA di Mekarsari, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, Kepala BPJPH ke (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), Haikal Hassan mengapresiasi program AQUA yang mendukung UMKM mendapatkan sertifikasi halal, sehingga UMKM bisa memberikan jaminan kualitas bagi konsumen.
“Komitmen AQUA untuk membantu pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi halal ini patut dicontoh oleh pelaku usaha lainnya,” ucapnya.
Dia melihat AQUA sangat taat halal dari dulu. Bukan sekadar halal tetapi juga thayyib, karena telah konsisten mengalirkan kebaikan bersama Indonesia. “Merek dengan logo halal tentunya baik untuk dikonsumsi dan masyarakat tidak perlu ragu,” ujarnya.