Perkuat Sinergi Lindungi Pekerja Migran

3 months ago 82
Sharing dan diskusi bersama antara BP3MI Sultra dan Forkopimda Konsel dalam memerkuat perlindungan pekerja migran, di ruang kerja bupati

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), makin diperkuat. Itu terlihat ketika pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pertemuan strategis bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Konsel itu sebagai bagian dari rangkaian rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama seluruh perangkat daerah, camat, lurah, serta kepala desa.

Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar menjelaskan, pertemuan itu menjadi momentum memperkenalkan tugas dan fungsi BP3MI pasca transformasi kelembagaan yang kini berada di bawah naungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

"Tentunya sinergi lintas sektor sangat penting dalam menekan angka keberangkatan non-prosedural PMI," ujarnya, kemarin dalam pertemuan yang turut dihadiri Bupati Konsel, Irham Kalenggo, Wakil Bupati, H. Wahyu Ade Pratama Imran, serta unsur Forkopimda.

Diskusi itu turut mengangkat berbagai isu strategis. La Ode Askar menyampaikan pihaknya terus berupaya melakukan edukasi dan pelindungan terhadap calon PMI.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah kerja sama dengan seluruh kantor Imigrasi di Sultra. "Kita telah sepakat, hanya yang memiliki dokumen kontrak kerja bisa direkomendasikan untuk pembuatan paspor PMI," ungkap La Ode Askar.

Terkait PMI yang telah berada di luar negeri, ia menjelaskan, pihaknya dapat melakukan identifikasi bila terdapat laporan deportasi atau masalah hukum yang melibatkan warga asal Sultra. Itu selama keberangkatan mereka tercatat dalam sistem BP3MI. "Upaya penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai prosedur migrasi kerja yang aman dan legal juga terus dilakukan. Namun demikian, masih banyak warga yang nekat berangkat secara non-prosedural. Salah satunya karena faktor ekonomi," terangnya.

Laman: 1 2

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan